Matheos Berhitu : Meski Daerah Tidak Perhatikan, Saya Tetap Harumkan Maluku

by
Matheos Berhitu

AMBON- Matheos Berhitu (45) putra Maluku, dua kali  berturut-turut berhasil menjuarai even lari paling ekstrim di Asia dengan jarak tempuh sejauh 320 Kilometer. Namun, sayangnya tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi  Maluku dan Pemerintah Kota Ambon. Meski demikian dirinya tetap bangga dapat mewakili dan mengharumkan nama Maluku di kancah nasional maupun Internasional.

“Meski daerah tidak perhatikan saya dalam lomba lari paling ekstrim di Asia ini, saya tetap bangga sebagai orang Maluku dan akan tetap mengharumkan nama Maluku,” kata Matheos saat ditemui di Kodam 16 Pattimura, Rabu (19/4).

Ia mengatakan, sudah dua kali ikut lomba ini tidak pernah ada perhatian dari pemerintah, padahal dirinya membawa nama Maluku dan Kota Ambon. Seluruh fasilitas dan perlengkapannya di tanggung oleh Pangdam 16 Pattimura Mayor Jenderal Doni Monardo dan berbagai sponsor dari luar daerah.

“Seluruh fasilitas saya diberikan oleh bapak Pangdam Pattimura dan dari awal lomba sampai mendapatkan juara itu terpantau langsung oleh Pangdam,” kata Matheos. Matheos juga mengatakan, keberhasilan yang dirinya dapatkan saat ini melalui proses yang sangat panjang yakni dengan latihan berlari 6 jam sampai 12 jam sehari.

“Saya bisa lari kelilingi Pulau Ambon sampai 12 jam sehari. Selain itu, saya juga menjaga pola makan dengan hanya memakan ikan,” ujarnya. Saat ini Matheos sedang mempersiapkan diri untuk mewakili Pangdam 16 Pattimura untuk mengikuti lomba yang akan diselenggarakan oleh Kopassus dengan lari sejauh 65 KM. Selain itu juga dirinya sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba Internasional pada bulan Mei mendatang.

“Saya akan melawan pelari nomor satu di dunia pada even lari yang akan berlangsung Mei 2017,” katanya. Diketahui, saat ini pelari asal Maluku ini menjadi pelari ekstrim nomor 2 di dunia dan menjadi pelari ekstrim nomor satu se-Asia. (IAN)