Mauria Derita Sakit Aneh di Mata, Tak Punya Uang Minum Minyak Tanah Untuk Berobat

by
ANGGOTA DPRD Maluku Turaya Samal mengunjungi penderita sakit mata di Dusun Ulusadar Desa Waesala Kecamatan Waesala Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (19/9/2020). FOTO : DPW PKS MALUKU

TERASMALUKU.COM-ANGGOTA DPRD Maluku Turaya Samal mengunjungi penderita sakit mata di Dusun Ulusadar Desa Waesala Kecamatan Waesala Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (19/9/2020).

Kunjungan Turaya di masa reses ini untuk memastikan kondisi pria 70 tahun tersebut. Di rumah gantung berdinding papan, berlantai anyamam bambu dan atap rumbia, La Mauria menyambut kedatangan Turaya dengan kepala tertunduk lesuh.

La Mauria tidak mampu menahan sakit ketika hendak mengangkat dan menegakan kepalanya. Sakit yang dideritanya itu sudah hampir  setahun. Akibat penyakit aneh di kedua matanya, La Mauria sudah tidak dapat melihat lagi.

Menurut istrinya, baru sekitar 28 hari suaminya mengalami kebutaan karena kedua bola matanya tertutup benjolan. Sebelumnya pria pekerja serabutan ini dapat melihat seperti biasa.

Derita La Mauria makin diperparah dengan kondisi ekonomi keluarganya. Karena tidak punya biaya pengobatan ke Rumah Sakit, ia terpaksa hanya bisa berbaring menahan kesakitan di rumah sederhananya itu.

“Awalnya mata saya terkena serangga kecil, dan saya kira mata saya hanya sakit biasa-biasa saja. Namun dalam berjalannya waktu, mata saya terus mengeluarkan cairan dan kemudian membengkak setip harinya,” cerita La Mauria kepada Turaya Samal.

Loading...

La Mauria mengaku pernah ke Puskesmas. Bahkan empat hari dirawat inap di RSUD Piru. Rekomendasi dari RSUD harus dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Ambon. Tapi tertumpuk masalah ekonomi memaksa dirinya bertahan dengan kondisi yang memprihatinkan itu di rumah saja.

”Karena tak punya uang terpaksa saya juga memakai minyak tanah, sebagai obat dengan harapan bisa sembuh. Minyak tanah saya hangatkan lalu saya minum. Karena takut tidak sanggup dan punya biaya pengobatan untuk ke Rumah Sakit Piru atau Ambon terpaksa saya hanya bisa pasrah menahan sakit berbulan- bulan di rumah,” bebernya sambil mengusap air mata.

“Bagi saya melihat dengan jelas adalah harapan besar saya. Saya berharap ada sentuhan tangan Tuhan lewat bantuan dari semua pihak untuk pengobatan mata saya,” tambahnya.

Perihal kondisinya tersebut, Turaya Samal, anggota Banggar DPRD Provinsi Maluku itu berencana melakukan advokasi penyembuhan mengurangi beban keluarga La Mauria.

“Kemarin sudah kami kunjungi. Dan akan kami tindak lanjuti. Kemungkinan akan saya arahkan lembaga kemanusiaan seperti Yayasan Insan Cerdas Sejahtera (Indah),” akuinya.

Kebetulan juga lanjutnya, dalam yayasan kemanusiaan itu, ada tokoh nasional Maluku asal Kabupaten SBB, Hambra Samal.”Kami juga tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak,” tandasnya.

Turaya mengatakan akan berkordinasi juga dengan keluarga La Mauria setelah sebelumnya akan dibawa ke Kota Ambon untuk mendapat perawatan intensif. (Ruzady Adjis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *