MBD dan MTB Diminta Tak Ributkan Lokasi Pembangunan Kilang Masela

by

AMBON-Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) diminta tidak berkonflik memperebutkan lokasi pembangunan kilang pengolahan Blok Masela. Putusan dimana pembangunan lokasi kilang diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat berdasarkan hasil penelitian dan kajian nanti. Dimana pun pembangunan lokasi kilang sangat menguntungkan masyarakat di wilayah itu.
“Saya minta tahapan berikutnya, soal penentuan lokasi kilang pembangunan Blok Masela, hendaknya tidak perlu dipertentangkan (di MBD atau MTB). Kita serahkan hasil kajian secara ilmiah, sebab dimana pun lokasinya sangat berdampak bagi masyarakat MBD, bahkan lebih luas harus berdampak bagi seluruh masyarakat Maluku,” kata Gubernur Maluku Said Assagaff dalam sambutannya saat melantik Barnabas Orno dan Benjamin Noach sebagai Bupati dan Wakil Bupati MBD di Kantor Gubernur Maluku, Selasa (26/4).
Gubernur menyatakan potensi konflik perebutan pembangunan lokasi kilang minyak gas Masela sudah mulai nampak antara kedua daerah itu. Namun ia minta pemimpin dan warga di dua kabupaten bersaudara itu untuk tidak terprovokasi.
Menurutnya, yang terpenting Presiden Joko Widodo sudah memutuskan penggelolaan Blok Masela dilakukan di darat bukan di laut. Putusan itu pro terhadap daerah setempat, dan sesuai dengan keinginan masyarakat. “Saat ini yang harus dilakukan adalah menyiapkan masyarakat di dua wilayah itu agar siap menyambut pengoperasian Blok Masela, sumber daya manusia dan lainnya harus disiapkan sehingga tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata gubernur.
Sementara itu, Orno menyatakan, sebagai Bupati MBD, ia berharap kepada pemerintah pusat agar lokasi kilang Blok Masela dibangun di wilayahnya, yakni di Pulau Babar. Masela adalah ibukota salah satu kecamatan di kabupaten itu. Namun bupati dua periode ini menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah soal dimana lokasi kilang dibangun.
“Saya harapkan lokasi kilang dibangun di MBD, yakni di Babar, tapi saya serahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Kenapa dibangun di MBD, karena dekat, namanya juga Masela. Masela itu ibukota dari salah satu kecamatan di MBD. Wajar kan saya minta dibangun di daerah kami, kalau saya bilang tidak boleh dibagun di MBD, maka rakyat MBD akan lempar saya dengan batu,” katanya. ADI