MCC Ingatkan Pemerintah Soal Ancaman Gunung Botak

by
Koordinator MCC, M. Iksan Tualeka (tengah) memberikan keterangan pers terkait Gunung Botak di Ambon, Kamis (12/4).

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Maluku Crisis Center (MCC) mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Pusat (Pempus) agar tidak larut dalam konfilk, antara membuka tambang rakyat atau memberikan ruang kepada penambang konvensional untuk mengelolah potensi emas di Gunung Botak Kabupaten Buru.”Posisi pemerintah, baik pusat maupun daerah harus memastikan pemulihan kualitas lingkungan dan terjaminnya kesehatan masyarakat adat setempat,” kata Koordinator MCC, M. Iksan Tualeka dalam jumpa pers di Ambon, Kamis (12/4).

Jika dua hal tersebut tidak diperhatikan, Tualeka memastikan peristiwa Gunung Botak akan lebih menyeramkan dari pada tragedi Minamata di Jepang. Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan, dia merujuk pada kematian empat ekor hewan ternak yang terpapar merkuri Gunung Botak beberapa waktu lalu. Olehnya itu Tualeka  menyebutkan, masalah Gunung Botak bukanlah kasus sepeleh, yang menjadi tanggungjawab Pemprov Maluku semata.

“Gunung Botak sesungguhnya adalah isu nasional yang seyogyanya menjadi tanggungjawab pemerintah pusat. Baik untuk penutupan, penggungkapan pemain merkuri dan sianida serta penambang liar. Sampai ada perbaikan kualitas lingkungan dan memastikan kesehatan masyarakat setempat,” ujarnya.

Proses penutupan Gunung Botak sejauh pengetahuan MCC, menurut Iksan memang telah dilakukan. Namun masih ada oknum tidak bertanggungjawab yang bermain sehingga aktivitas penambangan ilegal menggunkan bahan kimi terus terjadi. “Olehnya itu kami minta pemerintah pusat membentuk Satgas yang melibatkan pihak pihak terkait untuk menuntaskan masalah Gunung Botak,” tuturnya. (IAN)