Mediasi Oleh : Pendeta Yanes Titaley, Sekretaris Klasis GPM Masohi

by
Pdt Yanes Titaley (pertama kiri) bersama peserta mediasi. FOTO : ISTIMEWA

DIALOG masih merupakan jalan ampuh untuk menyelesaikan kesalahpahaman, jalan ampuh menyelesaikan pertentangan antaragama dan antar kelompok, teori yang diyakini bagi banyak pekerja-pekerja perdamaian, teori itu yang dirasakan saat mediasi antara Saudara FM dan perwakilan Ormas Muslim (FPI, KAHMI, Remaja Masjid Al Ihsa Apui Masohi) yang dilaksanakan oleh FKUB, MUI Maluku Tengah, Klasis GPM Masohi hari ini pukul 10.00 – 11.15 WIT di Kantor FKUB Maluku Tengah menindaklanjuti kesepakatan bersama pertemuan tanggal 25 November 2019 di rumah Ketua MUI Maluku Tengah.

Mediasi ini berhubungan dengan status facebook saudara FM pada hari Sabtu 23 November 2019 mengutip tanggapan terhadap caramah UAS tentang “Haram Main Catur” yang berimplikasi terjadinya ketersinggungan beberapa basudara Muslim di Kota Masohi. Mengawali pertemuan yang dimoderatori oleh Ustad Hamdan (Ketua Komisi Fatwa MUI dan Anggota FKUB Malteng) ia mengatakan Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka menjaga Harmonisasi masyarakat Maluku Tengah, Hidup orang basudara yang selama ini telah berjalan dengan baik pasca konflik kemanusiaan tahun 1999, kami berharap bahwa pertemuan ini berlangsung dalam suasana yang sejuk.

Pertemuan ini juga adalah tanggungjawab kita menjaga kerukunan antarumat beragama, kerukunan untuk kita semua, bersama mewujudkan agenda pemerintah, jadi kalau ada masalah kita musyawarah, kita duduk bicara sama-sama untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, saya harap pertemuan ini berjalan dengan baik-baik saja ungkap Ketua MUI sekaligus Ketua FKUB Maluku Tengah bapak H Radjab.

Ketua Klasis GPM Masohi Pdt Angky Teslatu mengingatkan bahwa jalan hidup orang basudara adalah jalan saling merangkul dan saling menguatkan, kalau ada kesalahpahaman yang terjadi itu merupakan sifat kemanusiaan kita yang tidak sempurna dan sudah tentu membutuhkan perbaikan demi perbaikan untuk menjadi yang baik. Dari masalah ini kita mengambil pelajaran bahwa ada hal yang mesti kita benahi bersama sebagai umat beragama.

Saudara FM sendiri diberi kesempatan untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada basudara Muslim, ia tidak menyangka bahwa statusnya itu akan mengakibatkan terganggunya hubungan orang basudara di Masohi, untuk itu atas nama pribadi dan keluarga ia memohon maaf dan ini merupakan yang pertama dan terakhir mengomentari sesuatu hal yang berhubungan degan agama lain. Ketua Front Pembela Islam Maluku Tengah menerima permintaan maaf saudara FM dengan meminta membuat surat pernyataan pribadi sebagai bagian dari sosialisasi bagi ormas FPI dll bahwa hal ini telah diselesaikan.

loading...

Ada kesepakatan bersama dari pertemuan ini bahwa masing-masing sebagai tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda untuk menjaga hidup orang basudara dengan menghimbau sesama basudara untuk tidak mengomentari informasi atau berita yang berhubungan dengan aqidah atau ajaran agama orang lain, itu hal yang sangat sensitive ungkap Husen Mukadar perrwakilan dari ormas KAMMI Malteng.

Pertemuan ini juga membuka perspektif kita soal cara pandang terhadap orang lain khususnya bagi kami yang beragama Kristen tentang saudara yang berjenggot, memakai jubah panjang, celana Cingkrang bahkan symbol-simbol ormas yang melekat pada mereka, misalnya garis keras, sangar, dekat dengan kekerasan namun hal itu terbantahkan dalam pertemuan tadi, basudara yang berpenampilan seperti diatas adalah mereka yang ramah, mau berdialog dengan sejuk, menyampaikan pandangan mereka dengan sopan bahkan dari mereka juga adalah saudara kami yang tidak melupakan budaya kami walaupun telah berpenampilan demikian.

Setelah pertemuan ada saling berpelukan, meminta maaf bahkan menanyakan nama dan asal kami, kebetulan dari Klasis GPM Masohi yang mendampingi saudara FM adalah Ketua Klasis GPM Masohi, Sekretaris Klasis GPM Masohi dan Ketua Majelis Jemaat GPM Masohi. Ketua FPI, Panglima FPI Ketua Laskar FPI ketika mengetahui bahwa kami berasal dari rumpun budaya yang sama dari Pulau Haruku maka mereka bertiga mengatakan “Momo” dan “Malamaid” bagi Ketua Majelis Jemaat GPM Masohi.

Selalu ada harapan dalam perjumpaan yang tulus walaupun terdapat perbedaan diantara kita, “DIALOG” masih tetap menjadi sesuatu yang ampuh. Jalan ini yang telah kami pilih pasca menjadi alumni Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM) dibawah komando Pdt Jacky Manuputty, Ustad Abidin Wacanno, Bapak Swen Loupatty dan Pdt Dawa Dany Wattimanela. Terima Kasih dan Hormat bagi Ketua MUI sekaligus Ketua FKUB Malteng, Ketua Komisi Fatwa MUI Malteng, Ketua Klasis GPM Masohi, Saudara FM Ketua FPI, Panglima FPI, Ketua Laskar FPI, Remaja Masjid Al Ihsa Apui, KAMMI Malteng, KNPI dan Kasad Intelkam Polres Malteng… #MASOHI_HAROMONI.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *