Melancong Saat Pandemi, Begini Kata Turis Asing Soal Pariwisata Maluku

by
Turis asing asal Denmark menikmati kopi di Terascoffee kawasan Soabali, Kota Ambon,Jumat (12/3/2021). FOTO : TERASMALUKU.COM

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sejak pandemi merebak pada Maret 2020, jumlah turis asing yang datang ke Maluku semakin menurut Apalagi per 22 Maret 2020 Pemerintah Provinsi menutup seluruh objek wisata di Maluku.

”Menyusul semakin tinggi tingkat penyebaran Covid-19 di Maluku maka pemerintah dengan ini menutup seluruh objek wisata yang ada di Maluku, ” demikian pernyataan Kasrul Selang pada Minggu (22/3/2020).

Penutupan objek wisata ini juga berlanjut dengan pemulangan sejumlah turis asing dari Kepulauan Banda, Maluku Tengah kala itu.

Setahun masa pandemi berlangsung, Maluku kini membuka pintu pariwisatanya, setidaknya sejak awal Maret 2021, mulai bermunculan sejumlah turis asing di Kota Ambon.

Diantaranya Emily, gadis pelancong asal Denmark ini mengaku datang bersama sejumlah rombongan dengan menggunakan kapal yang berlabuh di Halong.

Saat sedang menikmati kopi  di Terascoffee, Jumat (12/3/2021) di kawasan Soabali, Kota Ambon, kepada Ambonkita.com grup Terasmaluku.com, ia mengatakan dia dan rombongannya terpaksa harus tinggal di kapal dan tidak bisa tinggal di hotel.

”Kami tinggal di kapal karena tidak bisa tinggal di hotel, ”kata Emily.