Mendagri : Benar Kepulauan Kei Adalah Sekeping Surga Tersembunyi

by
Mendagri didampingi gubernur, bupati dan putri pariwisata menyaksikan sunset dari pantai pasir panjang Kepulauan Kei, Sabtu (22/10).

LANGGUR- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan kekagumannya tentang potensi wisata di Kepulauan Kei Kabupaten Maluku Tenggara (Malra). Terutama saat ia melihat keindahan pantai wisata pasir panjang yang berada di Desa Ngilngof bagian barat Pulau Kei Kecil. Pantai dengan pasir putih halus ini memiliki panjang sekitar lima KM. Di pantai ini, pengunjung bisa berekreasi, berenang dan menyaksikan sunrise, matahati terbit dan sunset, matahari tenggelam. “Setelah saya melihat (Kepulauan Kei), bapak gubernur, benar ada sekeping surga yang tersembunyi di daerah ini,” kata Mendagri saat memberikan sambutan pada puncak acara Festival Pesona Meti Kei (FPMK) di pantai pasir panjang itu pada Sabtu (22/10) petang, yang disambut tepuk tangan ribuan warga dan undangan.
Dalam sambutannya, Mendagri menyatakan jika di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, pemerintah membangun kekuatan pertahanan keamanan karena berbatasan dengan negara tetangga, maka Kepulauan Kei harus dibangun dengan pariwisatanya. “ Kalau di Saumlaki dibangun kekuatan pertahanan, maka Kepulauan Kei harus dibangun pariwisatanya agar lebih maju lagi. ”kata Mendagri. Ia menyatakan, setelah mengunjungi daerah itu, Kepulauan Kei layak untuk dikunjungi. Menurut Mendagri, ada tiga hal yang menjadi modal bagi Kepulauan Kei untuk dikunjungi wisatawan baik nusantara maupun asing. Yakni pesona alamanya yang indah,memiliki berbagai potensi wisata pantai, termasuk goa.
Selain itu menurut Mendagri, warga Kepulauan Kei memiliki keramahtamahan dan senyum terhadap setiap orang yang datang. Dan terakhir, Kepulauan Kei juga memiliki beragam kuliner termasuk potensi ikan berlimpa. “Kepulauan Kei memiliki alamnya yang indah, warganya penuh keramahan, dan kulinernya beragam. Tiga hal ini menjadi modal untuk menarik orang berkunjung ke Kepulauan Kei. Karena itu, Kepulauan Kei layak untuk dikunjungi,” katanya. Ia juga menyatakan, yang terpenting warga menjaga keindahan alam, pantai dan lautnya, tidak merusak lingkungan serta membuang sampah di sembarangan tempat. Selain itu, harus mempersiapkan infrastruktur pendukung pariwisata sehingga memudahkan wisata berkunjung.
Mendagri juga menyatakan, untuk mendorong agar Kepulauan Kei bisa dikunjungi banyak orang, maka dirinya akan menyampaikan ke Presiden Jokowi Dodo soal permintaan Bupati Malra, agar Landasan Bandara Ibra diperpanjang. Sehingga kedepan, penerbangan dari luar Maluku langsung ke Malra, tidak transit lagi di Bandara Pattimura Ambon. “Diharapkan kedepan penerbangan dari Denpasar, Pulau Komodo, Raja Ampat, Morotai dan daerah wisatanya lainnya terkoneksi dengan Kepulauan Kei, sehingga makin banyak orang yang datang ke sini,” katanya.
Mendagri juga berjanji akan menyampaikan ke Presiden tentang pesona keindahan Kepulauan Kei, agar Hari Nusantara tahun 2017 nanti dipusatkan di daerah itu dan Presiden bisa berkunjung dan bermalam di Kepulauan Kei. “Jika Presiden Soekarno bisa bermalam di Kota Saumlaki, maka Presiden Jokowi juga harus bisa datang dan bermalam di Kepulauan Kei,” katanya. Mendagri yang didampingi Gubernur Maluku Said Asagaff, Bupati Malra Andareas Rentanubun, Pangdam 16 Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, sejumlah Dirjen dari kementrian terkait juga menyaksikan sunset di pantai itu.
Sementara itu,gubernur menyatakan, pihaknya terus mendorong agar Kepulauan Kei, Malra dikunjungi pariwisata. Selain membangun infrastruktur pendukung, Pemprov Maluku juga melakukan promosi pariwisata ke pihak luar tentang pesona wisata di wilayah Malra itu. “Sesuai kewenangan yang kami miliki, saya terus mendorong agar dunia pariwisata di Kepulauan Kei dan daerah – daerah lainnya di Maluku dapat dikunjungi baik wisatawan nusantara maupun wisatawan asing,” kata gubernur.ADI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *