Menebarkan Cinta Glenn Fredly Oleh : Idho Kwalomine, Editor Pengagum Glenn Fredly

by
FOTO : ISTIMEWA

Mengejar dirimu. Takkan ada habisnya. Membuat diriku menggila. Bila hati ini. Menjatuhkan pilihan. Apapun akan kulewati, petikan syair pembuka lagu “Kisah Romantis” karya mendiang Glenn Fredly Latuihamallo ini, menjadi salah satu energi yang memicu kami membuat sebuah buku untuk mengenang almarhum sekaligus merawat ingatan tentang hidup dan karyanya. Sejak wafat 8 April 2020, Glenn Fredly tetap melekat di hati penggemarnya. Kecintaan dan kebanggaan itu dipahatkan dalam sebuah buku yang diberi judul “Kapata dan Romansa. Merayakan Hidup dengan Menebar Cinta”. Kapata adalah diksi Maluku yang merujuk pada sastra lisan dalam tradisi adat, melalui buku ini yang lisan itu dituliskan sebagai kenangan dan romansa, mengingat sesuatu yang paling berkesan dalam hidup dan karya seorang Glenn Fredly serta berbagi legacy yang ditinggalkannya.

Berawal dari pertemuan tanggal 13 April 2020 di kedai kopi hotel Bizz Ambon, bersama rekan Amie Christ Matatula dan Hesky Lesnussa kami bertiga menginisiasi penerbitan sebuah buku kenangan. Dukungan mengalir dari berbagai sahabat, orang-orang yang mengagumi dan mencintai mendiang Glenn Fredly, dari Papua, Maluku Utara, Sangihe Talaud, Maluku meliputi Ambon, Masohi, Langgur, Namlea, Kupang NTT, Surabaya, Malang, Jogja, Jakarta, Bogor, Beijing dan Swedia. Buku ini menghimpun 50 kontributor dengan 60 karya, terdiri dari Ada 13 esai, 13 cerpen, 22 curhat dan 9 puisi. Para penulis berlatar belakang agamawan, akademisi, aktivis sosial, aktivis lingkungan, budayawan, seniman dan musisi, karyawan, mahasiswa sampai ibu rumah tangga bahkan puisi anak sekolah alam dari Green Moluccas. Karya ini merupakan kolaborasi dengan manajemen Bumi Entertainment (official management) dan didukung oleh keluarga mendiang Glenn Fredly.

Loading...

Glenn Fredly bukan hanya seorang musisi papan atas Indonesia. Ia juga seorang aktivis dan pejuang kemanusiaan serta lingkungan hidup. Tulisan-tulisan yang diterakan dalam buku ini menggambarkan sosok Glenn yang multitalenta. Ia ada bersama masyarakat adat di kepulauan Aru untuk mengadvokasi hak-hak mereka, ia masuk hutan Seram untuk mendukung upaya-upaya konservasi dan perlindungan lingkungan hidup yang lestari. Ia juga bergabung dengan kelompok-kelompok sosial kreatif, antara lain komunitas Green Mollucas yang konsern pada isu lingkungan dan advokasi anak-anak pemulung sampah. Ia juga mendorong pemajuan seni Islami di IAIN Ambon serta tak lelah memperjuangkan toleransi dan kerjasama antar-agama, termasuk solider dengan kawan-kawan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia untuk memperoleh akses beribadah serta kerja-kerja kemanusiaan lainnya.

”Jalannya kenangan. Sekilas melesatkan angan. Sungguh benar adanya. Cinta lama jangan dilawan. Tak mungkin ‘ku menepis bayangan. Bila memang semua datangnya begini. Kangen kamu. ungguh hati bicara. Aku kangen kamu meski jauh. Kangen kamu. Pikiranku ke kamu Rasa ini tak pernah selesai”. Penggalan syair lagu Glenn berjudul “Selesai” ini tentu bukan akhir segalanya. Banyak hati masih sayang dan kangen padanya. Istrinya, anak semata wayangnya, Gewa, keluarga dan sahabat, kerabat dan penggemar, pencinta dan semesta. Buku ini membuka sebuah jalan yang tak pernah selesai.

Merawat karya, impian dan komitmen Glenn untuk kemanusiaan dan alam yang lestari. Terima kasih kepada semua sahabat yang telah mendukung penerbitan buku ini, juga yang mengambil bagian pada acara soft launcing pada Sabtu, 20 Juni 2020. Gubernur Maluku (Murad Ismail), Walikota Ambon (Richard Louhenapessy), Duta Besar RI untuk RRT (Jauhari Oratmangun), Bung Michael Wattimena, Gus Aan Anshori, Rido Slank, Regina Ideol, Joy Tobing, Ronny Loppies, Stella Matitaputty-Sitanala dan sahabat semua. Sekali lagi, terima kasih. Salam kasih putih ! Tinggikan ! (Idho, Amie, Hesky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *