Mengabdi di Tengah Pandemi Kegiatan PkM Prodi Teologi – IAKN Ambon di GPM Jemaat Kayeli

by
Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Teologi, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon. FOTO : ISTIMEWA

Masa pandemi Covid 19 perdamapak pada seluruh sektor kehidupan ini, namun hal ini bukan menjadi alasan untuk membuat kendor semangat mengabdi kelompok PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Program Studi Teologi, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon. Kelompok yang dipimpin Dr. Sipora B. Warella, M.Pd. K., terdiri dari empat dosen serta dua mahasiswa yaitu Flora Maunary, M.Pd.K., Febrillien Matresya Matulatuwa, M.Cs., Belly Isayoga Kristyowidi, M.Pd., serta Selvone Pattiserlihun dan Lendris Lekatompessy.

Kegiatan yang mengusung tema Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Pelayanan bagi Para Pelayan Jemaat GPM Kayeli Nusaniwe Berbasis Teknologi Informasi di Era Covid-19 didesain supaya para dosen dapat mengabdikan ilmunya serta berkolaborasi dengan gereja, masyarakat maupun institusi terkait sebagai salah satu perwujudan dari Tri Dharma Peguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat Kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran di luar kelas dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dengan berkontribusi melalui program pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah Covid-19.

Mitra yang dipilih untuk melaksanakan PkM Prodi. Teologi, FISK, IAKN Ambon adalah Jemaat GPM Kayeli Nusaniwe Klasis Pulau Ambon, jemaat yang dilayani oleh Pdt. Ampy Nahuway ini merupakan jemaat disapora yang mayoritas berasal dari Pulau Buru akibat konflik kemanusiaan yang terjadi di Maluku pada tahun 1999. Berbagai bentuk kegiatan yang dirancang dan dilaksanakan oleh team PkM guna menjawab kebutuhan mitra dimasa pandemi covid 19, diantaranya:

A. Penguatan Spiritualitas dan Pembinaan Homiletika bagi para Pelayan difasilitator oleh Dr. Sipora B. Warella, M.Pd. K. dan Belly I. Kristyowidi, M. Pd. Hakikat kegiatan ini adalah membekali setiap para pelayan dengan ilmu Homiletika serta memberikan penguatan spiritualitas bagi para pelayan khususnya di masa pandemi agar pelayanan gereja seharusnya tidak berpusat pada gedung gereja saja, bukan hanya sekedar tradisi bergereja maupun kebaktian secara konvensional maupun virtual, namun setiap pelayan diboboti tentang cara pengembangan pribadi dalam dua dimensi, yaitu Vertikal (Hubungan dengan Tuhan) dan Horisontal (Hubungan dengan Sesama dan Alam).

B. Peningkatan dan Pelatihan Penggunaan Teknologi Informasi difasilitator oleh Febrillien MatresyaMatulatuwa, M.Cs. dan dibantu oleh Selvone Diharapkan menjadi sebuah solusi bagi para pelayan dalam pelayanan di GPM Jemaat Kayeli, Nusaniwe. Karena kondisi pademi Covid 19 memaksa harus dihentikannya segala bentuk pertemuan yang melibatkan banyak orang dalam satu tempat. Akibatnya, gereja-pun seolah dihentikan pelaksanaan ibadahnya. Walaupun pada awalnya mendapatkan pertentangan dan dinamika pro-kontra terkait “dilarangnya” ibadah di gereja, lambat laun semua pihak menyadarinya. Kondisi ini juga mengakibatkan seluruh kegiatan pelayanan di Jemaat Kayeli mengalami perubahanan bentuk dalam proses pelayanaan kepada Jemaat. Proses pelayanan berubah dari model konvensional menjadi virtual, dimana para pelayan harus mempersiapkan segala sesuatu dengan memanfaatkan teknologi informasi yang ada, sehingga proses pelayanan dalam masa Covid-19 ini dapat berjalan dengan baik.

Loading...

C. Pelatihan Pembuatan Alat Peraga bagi Guru-guru Sekolah Minggu difasilitator oleh Flora Maunary, M.Pd.K. dan dibantu oleh Lendris Lekatompessy. Pelatihan yang membekali guru-guru Sekolah minggu untuk terampil dalam menggunakan media atau alat pendukung untuk memperjelas penuturan cerita yang akan disampaikan kepada anak-anak Sekolah Minggu. Alat peraga atau media tersebut digunakan untuk menarik perhatian dan mempertahankan fokus perhatian anak sekolahMinggu dalam jangka waktu tertentu. Alat peraga atau media yang digunakan hendaknya aman bagi anak, menarik serta sesuai dengan tahap perkembangan anak. Karena sekolah Minggumerupakan tempat pendidikan agama Kristen yang sangat penting bagi pertumbuhan rohani anak-anak (Panuntun, 2019) , masa pandemi Covid 19 kebutuhan anak-anak khususnya Anak Sekolah Minggu menjadi perhatian yang serius.

Sekolah Minggu ialah suatu bentuk pelayanan pembinaan bagi warga gereja terhadap anak-anak yang bertujuannya untuk mengenalkan mereka kepada pencipta-Nya secara pribadi. Selain itu, juga memberikan sejumlah pengetahuan sosial, nilai-nilai moral, dan keagamaan. Melalui sekolah minggu anak memperoleh bermacam informasi tentang pengetahuan, nilai, dan sikap untuk dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Moeslichatoen, 2004). Dengan demikian guru sekolah Minggu harus mampu menciptakan kreatifitas ketikamengajar sekolah Minggu sehingga pengajarannya tidak monoton saja melainkan dapat terciptasuasana yang menyenangkan bagi mereka. Untuk itu guru sekolah Minggu perlu mempersiapkan diri sebelum melakukan pengajaran. Mereka harus mempersiapkan bahan ajarnya dengan baik, menyediakan alat peraga yang dapat menunjang khotbahnya sehingga dengan mudah dipahami oleh anak-anak sekolah Minggu.

D. Pelatihan dan Pembinaan Hidroponik bagi Perwakilan Jemaat, kegiatan ini secara khusus dikerjakan secara kolaborasi bersama dosen Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura. Keprihatinan akibat dampak dari pandemi ini, secara umum telah menghambat laju pertumbuhan dan kemajuan dari berbagai bidang kehidupan. Dampak yang paling dirasakan adalah di bidang perekonomian yang merupakan hal yang paling menyentuh sisi kehidupan manusia (Karnawati, 2020). Kondisi ini yang mendorong kelompok PkM Prodi Teologi IAKN Ambon merangkul Dosen dari Universitas Pattimura yaitu N.F. Wenno, S.P, M.Si. dan Ir. Martha Turukay, M. Sc. untuk menjadi fasilitator dalam membina dan memberikan pelatihan Hidroponik dari proses penyemaian bibit hingga pemasarannya guna menjawab kebutuhan mitra maupun kebutuhan hidup setiap jemaat.

E. Kegiatan pelatihan hidroponik ini dilaksanakan pada tanggal 24 September 2020 juga bertepatan dengan Hari Tani Nasional, sehingga hal ini juga dapat menjadi sebuah momen kesadaran sejarah untuk mengingat ditetapkannya Undang-Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) melalui Keppres No. 169/1963 oleh Presiden Soekarno, sekaligus menjadi stimulus kesadaran masyarakat mitra (Jemaat Kayeli, Nusaniwe, Ambon) untuk memanfaatkan lahan (pekarangan) sebagai sumber ketahanan pangan secara berkelanjutan di tengah maupun pasca pandemi Covid 19.

Tentunya semua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Prodi. Teologi, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan,Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon ini dibarengi dengan protokoler kesehatan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) yang ketat dengan memperhatikan social distancing dan physical distancingsebagai bentuk dukungan terhadap anjuran pemerintah sekaligus langkah bersinergi memutus mata rantai penyebaran virus covid 19 di Kota Ambon. Sedangkan melalui kegiatan PkM ini, nantinya mitra diharapkan menjadi laboratorium pertanian maupun laboratorium berteologi secara kontekstual yang relevan dengan segala kondisi bagi seluruh elemen masyarakat.

PENULIS : Belly I. Kristyowidi, M. Pd. Akademisi IAKN Ambon

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *