Menpan RB Tegaskan, ASN Boleh Hadiri Kampanye Paslon

by
Menpan RB didampingi Gubernur Maluku saat memberikan pengarahan kepada ASN di Ambon, Senin (5/12).

AMBON-Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Asman Abnur menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh mengikuti kampanye setiap pasangan calon (Paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk mendengar visi dan misi Paslon yang akan bertarung di Pilkada 2017. Menteri menegaskan yang dilarang adalah ASN menjadi juru kampanye, tim sukses, ikut menggerahkan massa untuk calon tertentu.
“Kalau mengikuti (kampanye ) tidak ada masalah, tapi jangan menjadi juru kampanye. Mendengar visi misi kan boleh, nggak ada masalah,”kata Asman menjawab wartawan di Badan Diklat Provinsi Maluku, Senin (5/12) saat meninjau pameran inovasi laporan proyek perubahan peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XLII Kelas L tahun 2016. Menteri didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff, dan Kepala Lembaga Administasi Negara (LAN) RI Adi Suryanto.
Menurut Menteri, sebagai ASN harus netral, tidak boleh terlibat politik praktis, seperti menjadi juru kampanye dan tim sukses dalam Pilkada. Pihaknya akan memproses ASN lewat berbagai tingkatan, mulai dari teguran pertama hingga sidang di Badan Kepegawaian atau sidang fublik jika ditemukan terlibat politik praktis. “Tidak boleh ada ASN yang menjadi juru kampanye,tim sukses segala macam salah satu kandidat. Jadi sekali lagi saya sampaikan bila ada laporan dari Panwaslu atau KPU, ASN terlibat politik praktis akan kita proses dengan aturan yang jelas sanksinya,” katanya. Ia juga menyatakan secara nasional sudah banyak ASN dari berbagai daerah yang diberi sanksi karena terlibat politik praktis selama Pilkada. Diantaranya sanksi dicopot dari jabatannya dan dinonaktifkan serta penundaan kenaikan pangkat selama beberapa periode, termasuk bisa dipecat sebagai ASN.
Sebelumnya, dihadapan ribuan ASN atau PNS lingkup Pemkot Ambon dan Pemprov Maluku saat pelepasan Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XLII Kelas L dan ceramah umum pengembangan kompetensi ASN di Islamic Center, Menpan RB juga menegaskan hal ini. Menteri menyatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Kementrian Dalam Negeri, agar ASN jangan ikut – ikut dalam tim sukses Pilkada. Jika ada kepala daerahnya yang maju dalam Pilkada, Menteri menyatakan ASN harus tetap fokus bekerja secara propesional, memberikan pelayanan ke publik. Ia juga menegaskan masalah netralitas ASN dalam Pilkada menjadi perhatian prioritas dirinya saat ini.
“ASN itu sudah jelas posisinya, jangan pernah masuk di wilayah politik, biarlah bupati dan walikota mencalonkan diri. Dan kita harapkan eselon II (yang baru lulus Diklat) jadi benteng ASN. ASN itu bekerja profesional saja, sistem harus kita bangun.Siapapun yang terpilih tidak terpengaruh bagi ASN, sistem tidak boleh terganggu,” katanya. (ADI)