Menristekdikti Larang Kampus sebagai Tempat Berpolitik

by
Menristekdikti Mohamad Nasir

JAKARTA-Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam pertemuan rektor dan wakil rektor LPTK Negeri se-Indonesia menyatakan larangan terkait kampus sebagai tempat ajang berpolitik.

Perguruan tinggi, katanya, merupakan sarana para mahasiswa menimba ilmu pengetahuan. Jika ingin berpolitik, mahasiswa diminta melakukannya di luar kampus atau perguruan tinggi. “Jadi, jangan dijadikan kampus sebagai tempat politik praktis, hal ini harus dijauhkan, dan dihindari,” ujar Nasir di Medan, Sumatera Utara, Sabtu 20 Mei 2017.

Loading…

Selain kampus dilarang sebagai tempat berpolitik, juga Partai Politik (Parpol) tidak dibenarkan masuk ke universitas untuk mengkampanyekan program partai tersebut. “Sebab kampus selama ini merupakan tempat para mahasiswa menuntut ilmu dan jangan dipengaruhi hal-hal yang menyangkut kepentingan politik,” katanya.

Nasir menambahkan, mahasiswa perlu dibiarkan untuk fokus dengan disiplin ilmu pengetahuan yang mereka pelajari. “Jangan dijadikan kampus tersebut, untuk tempat kepentingan partai politik karena akan merugikan mahasiswa,” tandasnya.

Pada pertemuan rektor itu, dihadiri 12 universitas dan beberapa diantaranya Universitas Negeri Medan (unimed), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY),Universitas Negeri Surabaya (UNS),Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Makassar (UNM). (METROTVNEWS.COM)