Mentan : Kita Akan Bangun Food Estate di Buru

by
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Buru Ramly Umasugi membawa alat berat untuk menggarap lahan sawa untuk ditanam di Desa Grandeng Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru, Minggu (4/10/2020). FOTO : HUMAS KEMENTAN

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja optimalisasi lahan di Desa Grandeng Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Maluku Minggu (4/10/2020).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo membawa alat berat saat panen padi perdana di Desa Grandeng Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru, Minggu (4/10/2020). FOTO : HUMAS KEMENTAN

Dalam kunjungan ini,  Mentan melakukan panen raya padi perdana diatas lahan 155 hektare, melakukan insiminasi buatan terhadap lima ekor sapi betina yang induk jantannya di Pulau Jawa, serta menyerahkan sejumlah paket bantuan pertanian untuk Maluku dan Kabupaten Buru.

Produktivitas pertanian di Pulau Buru memiliki skala produksi mencapai 8 ton dalam sekali panen. Menurut Mentan Syahrul, capaian tersebut bahkan bisa bertambah banyak mengingat kondisi alam di Pulau Buru sangat menjanjikan.

“Caranya adalah varietas harus lebih bagus, budidaya yang diolah lebih dikembangkan, pupuk harus berimbang. Selain itu kita persiapkan pompa air pasca panen lebih rapih lagi, agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal,” katanya.

Loading...

Mentan mengatakan, kunjungan ke Pulau Buru merupakan perintah Presiden RI Joko Widodo untuk melihat daerah yang bisa dikembangkan, serta dioptimalkan menjadi kekuatan ketahanan pangan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Oleh karena itu Pulau Buru menjadi pilihan dan tentu akan kami optimalkan yang ada disini. Inysa Allah pendekatan-pendekatan food estate seperti yang diharapkan Presiden kita coba terapkan disini (Pulau Buru),” katanya.

Sebagai informasi, saat ini pemerintah sedang membangun pertanian integrasi food estate di sejumlah daerah. Food estate sendiri merupakan program dari beberapa macam komoditi yang ada, termasuk kebutuhan beras sebagai kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

Bukan hanya itu saja, food estate juga membangun komoditi berbagai perkebunan, hortikultura, tanaman pangan, dan peternakan. Ini semua dirancang akan dibangun di Kabupaten Buru.

Terkait rencana tersebut, Mentan meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk turun tangan dalam memberikan bantuan berupa pupuk, bibit, alsintan, serta sarana dan prasana lainnya.

“Mari kita rubah peradaban karena di Pulau Buru banyak sekali yang bisa dijadikan penggedor laju sektor pertanian. Saya akan terus mengawal dan mendukung segala upaya penanaman didaerah ini,” katanya.

Dalam kunjungan Mentan membawa semua Dirjen dan Kepala Badan Karantina Kemetan. Selama kunjungan di Kabupaten Buru, Mentan didampingi Bupati Buru Ramly Umasugi.

Perlu diketahui, Kabupaten Buru memiliki luas baku sawah seluas 7,328 hektare. Bahkan di tahun 2019 panen padi mencapai 12,457 hektare dengan produktivitas 47,610 ton GKG atau setara 27,314 ton beras.(ADI/DED)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *