Menteri Agama Hadiri Rakorwil Kemenag Maluku dan Deklarasi Pilkada Damai

by

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan akan menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakorwil) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi  Maluku yang digelar di Maluku City Mall (MCM) Ambon, Senin (5/3).  Selain itu, Menteri Lukman juga akan menghadiri Konferensi Musik Indonesia di Kampus IAIN Ambon.

“Ada dua agenda yang akan dihadiri Pak Menteri. Yakni Konferensi Musik Indonesia  di Kampus  IAIN Ambon dan Rapat Kerja Wilayah Kemenag Maluku sekaligus silaturahmi lembaga keagamaan baik itu tokoh agama tokoh masyarakat dan tokoh pemuda,”ungkap Kepala Kantor Kemenag Provinsi Maluku Fesal Musaad kepada wartawan di Ambon, Jumat (2/3). Menteri Lukman akan tiba di Ambon pada Senin pagi. Dan langsung menghadiri Rakorwil.

Loading…

Rakorwil itu, Menurut Fesal akan memberikan dampak positif karena  akan ada Deklarasi Pilkada Damai yang dilakukan tokoh agama, tokoh masyarakat  dan disaksikan Menteri Agama, Muspida Maluku. Deklarasi itu sebagai bentuk  komitmen para tokoh lintas agama  untuk mewujudkan toleransi, kerukunan dan kedamaian di Maluku  agar tidak terpengaruh dengan isu politik yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Mudah-mudahan deklarasi itu bisa terekspos sehingga dapat memberikan nuansa yang sejuk terhadap masyarakat. Sebab kita tahu ya, bahwa tahun politik 2018  ini sangat sensitif. Tahun dimana aspirasi orang tidak sama, tahun dimana aspirasi orang beragam dan tahun dimana aspirasi orang dilombangkan disitu kadang orang melakukan kebencian munculnya berita hoax sehingga melahirkan konflik. Ini yang tidak boleh terjadi,” kata Fesal.

Dari kegiatan tersebut, Fesal  mengajak para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda untuk menjadi duta-duta perdamaian. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan  bagian dari program Kementerian Agama yang dinamakan program salam. ”Jadi salam di tahun politik untuk silaturahmi dengan lembaga-lembaga keagamaan. Mudah-mudahan dengan kegiatan tersebut, kita bisa mengajak masyarakat agar jangan sampai persoalan politik, kita dapat cerah berai, kita jadi hancur dan kita jadi berantakan, itu  yang tidak  boleh,” kata Fesal.

Deklarasi ini juga  menurut Fesal  untuk mewujudkan Maluku yang aman, damai dan relijius. Ia juga menegaskan, agar di tahun politik ini tidak ada lagi oknum-oknum memakai simbol agama, ritual keagamaan, rumah ibadah atau agama diagregasikan untuk kepentingan politik atau dipolitisasikan untuk kepentingan-kepentigan politik. (UAD)