Menteri ESDM Arifin Tasrif Akhirnya Setujui Pengadaan Mesin PLTD Untuk Maluku

by

TERASMALUT.COM, AMBON,- Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif akhirnya menyetujui pengadaan mesin PLTD untuk mengatasi masalah kelistrikan di 227 desa di provinsi Maluku hingga tahun 2023 mendatang.

Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Maluku Mercy Chriesty Barends yang dihubungi Antara melalui telepon selulernya dari Ambon, Selasa, membenarkan persetujuan itu disepakati Menteri ESDM dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Senin (23/3).

“Ini perjuangan panjang yang bisa saya lakukan untuk mewujudkan program Indonesia Terang, termasuk program 100 persen elektrikasi listrik di Indonesia, dan secara khusus di Maluku sebagai daerah berkarakteristik kepulauan,” ujar Mercy.

Anggota Komisi VII DPR RI tersebut menyebutkan dalam pertemuan tersebut dirinya mempertanyakan masalah elektrifikasi listrik di Provinsi Maluku yang sampai saat ini belum tuntas ditangani oleh oleh pemerintah Pusat.

Politisi PDI Perjuangan mempertanyakan pengadaan mesin PLTD di 52 desa di Maluku mengingat tiang transmisi, jaringan kabel hingga rumah mesin telah dibangun sejak tahun 2016-2017, tetapi sampai sampai saat ini belum tersedia mesin pembangkitnya.

“Ada sebanyak 52 unit PLTD yang telah dibangun di Maluku melalui program Indonesia Terang yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2016. Puluhan PLTD itu belum tuntas, karena hanya tiang transmisi, jaringan kabel dan rumah mesin saja, sedangkan mesin pembangkitnya belum tersedia. Saya minta kejelasan Pak Menteri menyikapi masalah ini,” ujar Mercy dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, pembangunan jaringan listrik dan rumah mesin hasil Program Indonesia Terang tersebut umumnya berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di provinsi Maluku, dan sampai saat ini keberadaan fasilitas penerangan tersebut belum dapat difungsikan karena mesinnya belum tersedia.

“Saya punya bukti dokumentasi berupa foto-foto yang diperoleh saat reses ke sejumlah daerah. Kondisinya saat ini banyak tiang transmisinya sudah miring. Ada juga jaringan kabel terutama yang melintasi selat sudah masuk ke dalam laut dan tidak terurus,” tandasnya.

Lebih ironis lagi, puluhan PLTD tersebut belum diselesaikan, tetapi pembangunan infrastruktur kelistrikan di Maluku terus dilakukan hingga tahun 2019.