Menteri Perhubungan Harapkan Pelabuhan Tual Jadi Pintu Gerbang Ekspor ke Darwin

by
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bersama pejabat daerah di Pelabuhan Tual pada Mei 2017. DOK : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,TUAL-Kunjungan Kerja  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ke Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual belum lama menyisahkan pekerjaan rumah bagi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Tual. Diantaranya hibah lahan areal pelabuhan guna Pengembangan Pelabuhan Tual agar dapat dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN). Menteri mengharapkan  ke depan Pelabuhan Tual jadi pintu gerbang ekspor ikan  ke Darwin, serta dapat menjawab kebutuhan untuk pembangunan kilang dan Blok Masela.

“Kunjungan Pak Menteri dengan salah satu agendanya mengunjungi Pelabuhan Tual, pada kesempatan tersebut saya menyampaikan tentang status lahan pelabuhan yang belum dihibah. Menteri minta  agar segera menjalin komunikasi bersama pemerintah daerah guna secepatnya menyerahkan lahan hal tersebut  untuk pengembangan kepelabuhanan kedepan,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggaraan Pelabuhan Tual Arifai kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Arifai, dalam kunjungan tersebut menteri menjanjikan akan memaksimalkan tugas – tugas operasional kepelabuhanan dengan perencanaan pengembangan Pelabuhan Tual melalui perluasan areal penumpukan kontener, pengadaan kren yang lebih besar diareal pelabuhan, sehingga efektifitas pelabuhan dapat bermanfaat.

Hal ini juga dilakukan guna mengantisipasi rencana kegiatan diantaranya Blok Masela, pembangunan kilang minyak dibeberapa daerah sehingga Pelabuhan Tual sebagai pintu gerbang harus disiapkan sejak dini. “Arahan Pak Menteri, Tual diharapkan akan menjadi pintu gerbang untuk ekspor ikan terutama ke Darwin sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga penyediaan lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Untuk itu saat ini dirinya telah berupaya maksimal baik dalam upaya komunikasi langsung terhadap stakeholder juga secara resmi telah menyurati Walikota Tual, dengan harapan dapat memberikan hibah lahan sehingga Pelabuhan Tual sebagai perpanjangan tangan Kementerian Perhubungan bisa maksimal melayani masyarakat dalam hal kegiatan bongkar muat dan dapat berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi apabila kedepan pelabuhan telah ditata dengan baik. Hibah Lahan diharapkan bisa meningkatkan PAD Kota Tual.

Ditempat terpisah Walikota Tual Adam Rahayaan saat dikonfirmasi terkait permintaan menteri mengatakan, dalam rangka membicarakan secara strategis pengembangan Pelabuhan Tual dirinya telah mengutus Kadis Perhubungan Kota Tual bersama Kepala Kantor Pelabuhan Tual. “Pemkot berencana untuk berkomunikasi dan berkonsultasi dengan menteri paling tidak Sekjen guna membicarakan bagaimana manajemen pengolahan Pelabuhan Tual itu seperti apa, “ ujar Walikota di ruang kerjanya belum lama ini.

Ini juga  dilakukan pemerintah dalam rangka mengetahui apakah ada dampak langsung pengolahan pelabuhan bagi Peningkatan Asli Daerah (PAD). “Soal hibah lahan kita mau saja jadi untuk lahan kontener tetap punya Pemda, nanti yang diserahkan adalah areal dermaga pelabuhan guna dikelola kementerian namun sebelumnya harus dibicarakan secara tegas apa manfaat dalam rangka peningkatan PAD,”tegasnya.

Untuk itu dirinya selaku kepala daerah akan terlibat langsung dalam rangka membicarakan bersama menteri nantinya. Dijelaskanya dalam agenda Kepala Kantor Pelabuhan Tual bersama Kadis Perhubungan Tual ke Jakarta selain membicarakan soal agenda menteri juga membicarakan terkait rencana pembangunan Pelabuhan Feri di Desa Kaimear Kecamatan Pulau Pulau Kur. (AS)