Menuju Muswil IKA Unhas Maluku Oleh: Dayanto (PJ. Stadium General Muswil I IKA-Alumni Unhas Maluku)

by
Dayanto

SESUAI dengan rencana Karateker dan Panitia, pada 9 Januari 2018 akan diselenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) I Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin (IKA-Unhas) Maluku dengan merujuk pada tema besar “Optimalisasi Peran Alumni dalam Mewujudkan Maluku yang Unggul dan Kompetitif”.

Pada Muswil I IKA UNHAS Maluku ini akan diboboti dengan Stadium General yang disampaikan oleh Bapak Prof. Dr.dr. Abdul Razak Thaha, M.Sc, SpGK (Prof. Atja). Pilihan Prof. Atja sebagai narasumber Stadium General didasari pada pertimbangan bahwa Prof. Atja merupakan putra terbaik Maluku yang berkiprah sebagai akademisi Universitas Hasanuddin dengan karir dan reputasi yang mengagumkan.

Loading…

Pengalaman Prof. Atja sebagai putera Maluku yang menjadi Guru Besar Ilmu Kedokteran Unhas, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, dan Direktur Pasca Sarjana Unhas diharapkan dapat menjadi pelatuk semangat dan sekaligus kesempatan untuk mencermati pikiran-pikiran Prof. Atja tentang peranan Alumni Unhas di Maluku secara umum dan pembangunan daerah Maluku pada khususnya.

Jika dicermati dari perkembangan komunikasi dan koordinasi terkait penyelenggaraan Muswil ini dapat dirasakan bahwa ada gejolak kebatinan yang sama dari para alumni Unhas untuk dapat menghimpun persaudaraan akademik-almamaternya dalam suatu forum alumni Unhas di wilayah Maluku sebagaimana yang secara struktural telah terbentuk di tingkat pusat dengan Drs. M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI (Alumni Ekonomi Unhas 1967) sebagai Ketua Pusat IKA Unhas.

Sebagai PT tertua dan terbesar di Indonesia Timur maupun di tanah air, Unhas telah melahirkan berbagai alumni asal Maluku yang pada gilirannya menjadi tokoh penting dalam dinamika pembangunan Maluku. Sebut saja misalnya Bapak M. Akib Latuconsina (Mantan Gubernur Maluku), Bapak Ruswan Latuconsina (Mantan Ketua DPRD Provinsi Maluku), Bapak Said Assagaf (Gubernur Maluku), Bapak M.R. Lestaluhu (Mantan Rektor Universitas Pattimura dan Universitas Darussalam Ambon), dan Bapak Jopie Papilaya (Mantan Walikota Ambon).

Alumni PT dan Otonomi Daerah Dalam pengelolaan akademik keberadaan alumni sebagai lulusan PT menjadi salah satu indikator kunci untuk menunjukan akuntabilitas pengelolaan akademik suatu Perguruan Tinggi (PT), sebagaimana yang tercermin pada penilaian akreditasi institusi/PT maupun Program Studi oleh pemerintah.

Oleh karena itu, dalam manajemen pengelolaan PT moderen pelacakan alumni (tracer study), menjadi salah satu instrumen vital untuk menjawab secara empirik akuntabilitas pengelolaan akademik suatu PT/Program Studi. Melalui tracer study ditunjukkan setidaknya dua hal penting yakni kecepatan daya serap pengguna terhadap lulusan dan daya guna lulusan di institusi pengguna.

Namun lepas dari keterkaitan alumni suatu PT atau Program Studi dengan akreditasi, secara sosiologis kebutuhan “need to affiliation” menjadi gejala umum bagi alumni suatu PT untuk mewadahi interaksi pasca bermahasiswa berdasarkan afiliasi latar PT-nya dalam suatu forum yang representatif untuk itu.

Di tingkat nasional misalnya, dikenal Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) untuk para alumni Universitas Indonesia atau Keluarga Besar Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) untuk para alumni Universitas Gadjah Mada. Ada berbagai spirit yang melandasi “need to affiliation” itu, mulai dari yang sederhana sebagai forum kangen-kangenan ataupun yang lebih strategis sebagai forum untuk melanjutkan tradisi dan tanggungjawab intelektual yang diwariskan lewat tempaan dan gemblengan selama menjadi mahasiswa di PT-nya masing-masing.

Di era otonomi daerah yang menuntut adanya partisipasi aktif dari pemangku kepentingan (stakeholder) daerah. Keberadaan forum Ikatan Keluarga Alumni di tingkat daerah merupakan kebutuhan strategis, terutama untuk melanjutkan tradisi intelektual dan tanggungjawab moral-akademis pasca bermahasiswa dalam mengakselerasi kemajuan daerah melalui berbagai partisipasi agenda dan program yang sesuai dengan kebutuhan strategis di daerah.

Peran ini dapat dikedepankan baik secara general melalui forum ikatan keluarga alumni berbasis PT maupun secara spesifik melalui ikatan keluarga alumni berbasis Program Studi dalam PT. Otonomi daerah berkenaan dengan desentralisasi kewenangan yang berintikan adanya kreatifitas dan inovasi daerah dalam mengelola otoritas kewenangan yang didesentralisasikan tersebut. Dalam konteks inilah Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Sosial yang dimiliki oleh daerah menjadi aspek kunci (key factor) untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan otonomi daerah.

Karena itu, kehadiran forum Ikatan Keluarga Alumni di tingkat daerah memiliki fungsi penting baik secara tidak langsung dalam hal meningkatkan derajat partisipasi masyarakat daerah untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui studi di perguruan tinggi (S1,S2, dan S3) sesuai referenensi PT dan Program Studi yang diusung oleh  masing – masing forum Ikatan Keluarga Alumni maupun secara langsung dalam bentuk kontribusi pemikiran, networking, program, dan sebagainya yang bersifat positif dan signifikan dalam memacu kreativitas dan inovasi daerah.

Koneksi Inklusif  

Peranan positif dan signifikan forum Ikatan Keluarga Alumni di tingkat daerah dalam menjawab trend dinamika otonomi daerah saat ini hanya mungkin apabila setiap forum Ikatan Keluarga Alumni dapat tampil mengembangkan dirinya sebagai forum strategis dengan karakter koneksi inklusif, bukannya tereduksi menjadi forum yang justeru memperlihatkan suatu keneksi eksklusif.

Keneksi eksklusif yang dimaksudkan adalah forum Ikatan Keluarga Alumni digunakan secara eksklusif untuk membentuk kelompok tertutup untuk memonopoli sumberdaya strategis daerah. Dalam koneksi eksklusif bekerja mental chauvinistik berlabel almamater dan tanpa sungkan menghalalkan segala cara dengan dalil tunggal “espirit de corps”. Dalam koneksi eksklusif sentimen pikiran “kita”dan “mereka” dijadikan sebagai mantera sakti untuk membangun superioritas kelompok.

Sebaliknya, dalam koneksi inklusif, forum Ikatan Keluarga Alumi harus menyadari bahwa ikatan emosional sebagai sesama alumni yang ditempa dan digembleng dalam “kawah candradimuka” PT yang sama sebagai dasar pembentukan forum Ikatan Keluarga Alumni hanyalah merupakan modal awal untuk mewadahi spirit “need to affiliation”-nya, lebih dari harus membuka spirit dan komitmen kosmopolit dan universal akan tanggungjawab intelektual dan akademis untuk bersama –sama stakeholder yang lain (pemerintah dan swasta) maupun forum Ikatan Keluarga Alumni dari PT lainnya dalam merealisir komitmen dan tanggungjawab akademik itu secara bersama sesuai dengan kebutuhan strategis pembangunan daerah.

Dalam koneksi inklusif, keberadaan forum Ikatan  Alumni dari PT lain merupakan partner pembangunan yang berfungsi ganda baik dalam ikhtiar untuk saling memberikan kontribusi terbaik bagi daerah maupun relasi untuk saling berbagi tanggungjawab (Share of responsibility) dalam agenda – agenda memajukan daerah.

Postskript

Kita semua berharap Muswil  I ini menjadi langkah awal bagi para alumni Unhas yang saat ini tersebar di berbagai daerah di Maluku dapat terkonsolidir untuk mendorong agenda-agenda nyata pembangunan daerah di Maluku. Muswil dimanfaatkan ajang untuk membangun kelanjutan komitmen dan tanggungjawab sebagai lapisan kelas masyarakat terdidik dengan memegang teguh prinsip-prinsip koneksi inklusif untuk memajukan daerah Maluku pada khususnya dan tanah air Indonesia pada umumnya.

Selamat melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) I, Ikatan Keluarga Alumni Universitas Hasanuddin. Dayanto, S.H.,M.H (PJ. Stadium General Muswil I IKA-Alumni Unhas Maluku, Alumni S1/S2 Ilmu Hukum Unhas)