Menularkan Kebaikan Atasi Covid-19 Oleh : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

by
Rudy Rahabeat. FOTO : DOK. PRIBADI

Pandemi virus kovid 19 menular dengan berbagai cara, jika tidak ditangani akibatnya bisa vatal bagi keselamatan manusia. Diperlukan kesadaran masyarrakat untuk hidup disiplin sesuai protokoler medis, selain tentu optimalisasi peran negara/Pemerintah dalam menyebarkan informasi valid dan edukasi secara berkelanjutan. Semua itu demi mengurangi dan mengatasi penyebaran virus kovid 19. Dalam kaitan, perlu ditularkan virus kebaikan kepada sebanyak mungkin orang demi mendatangkan kemaslahatan bersama.

Siang ini (Rabu, 1/7/2020) mengawali perjalanan hidup di hari pertama bulan Juli, Pemerintah Kota Ambon melakukan sosialisasi terkait penyebaran dan pencegahan virus Kovid 19 di kota Ambon. Melalui aplikasi Zoom meeting proses sosialisasi berlangsung sepanjang 120 menit dihadiri lebih dari seratus peserta terdiri dari tokoh-tokoh agama Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Diawali sambutan Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, diteruskan penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dokter Pelupessy dan presentasi dua orang narasumber masing-masing dokter Billy Talarima dan dokter Siscawati Wigina staf WHO di Ambon. Acara dimoderasi Drs Tony Latuheru, Sekretaris Kota Ambon.

Selain sajian materi yang mencerahka tapi juga menarik mencermati interaksi melalui ruang chat maupun tanggapan langsung. Pdt Nicky Rutumalessy, Ketua Klasis GPM Kota Ambon memberi masukan agar proses edukasi dan literasi terkait kovid 19 perlu terus diinformasikan. Hal ini karena hingga saat ini masyarakat sering dibingungkan dengan berbagai berita yang berseliweran di media massa konvensional maupun media sosial.

Loading...

Demikian pula Haji Ahmad, seorang tokoh agama Islam di Batu Merah memberi masukan agar sosialiasi seperti ini perlu terus dilakukan kepada masyarakat. Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Maluku, Dr Paulus Koritelu, selain melihat pentingnya penjelasan medis, namun perlu juga memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat. “Bantuan kepada masyarakat perlu terus dipantau agar tepat sasaran. Sebab masyarakat miskin sangat rentan di era kovid ini” ungkap dosen Sosiologi Unpatti ini.

Wakil Walikota Ambon menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran para tokoh agama dalam acara sosialisasi. Ia berharap para tokoh agama dapat terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada umat masing-masing. Harapan yang sama disampaikan Drs Tony Latuheru selaku Sekretaris Kota, sekaligus menjamin bahw bantuan sosial kepada masyarakat miskin baru akan terus dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Pendeta Ampy Beresaby, Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Utara bertanya soal apakah masa PSBB ini masih akan diperpanjang, para narasumber melihat selagi kurva belun menurun atau melambat, perpanjangan masa PSBB tak terelakan. Secara logis, sepanjang Ambon masih dikategorikan sebagai zona merah, maka jangan dulu diwacanakan kenormalan baru (new normal). Hal ini ditegaskan dokter Billy Talarima sebagai salah satu narasumber.

Memang tidak mudah mengatasi penyebaran virus korona ini. Tapi seperti frasa dokter Sisca Wiguna untuk terus menularkan virus kebaikan, baik oleh pemerintah maupun mashyarakat maka pandemi kovid ini dapat teratasi. Semoga kondisi kota Ambon di semester kedua tahun 2020 ini makin membaik. Selain oleh anugerah Tuhan Yang Maha Esa, tetapi kolaborasi dan kerjasama serta dukunganm masyarakat terhadap langkah-langkah pemerintah mengatasi covid 19 sangat diharapkan” pungkas Drs Tony Latuheru, mengakhiri sesi sosialisasi yang berlangsung lancar dan sukses ini. (Rudy Rahabeat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *