Menyambut Kasidah Di City Of Music Oleh : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

by
Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

Kasidah (bahasa Arab) atau Chakameh dalam bahasa Persia adalah bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan. Penyanyi menyanyikan lirik berisi puji-pujian (dakwah keagamaan dan satire) untuk kaum muslim. Kasidah adalah seni suara yang bernafaskan Islam. Demikian alinea pembuka Wikipedia ketika mengulas arti Kasidah. Saya tentu awam soal ini.

Beruntung sekali Kota Ambon menjadi tuan dan nyonya rumah Pemilihan Duta Qasidah Tingkat Nasional XXIV mulai 24-29 November 2019. Belum lama ini Kota Ambon terpilih oleh UNESCO sebagai salah satu kota musik dunia. Oleh sebab itu perlu terus dibuka ruang ekspresi musik lintas negara, lintas agama dan lintas wilayah. Demikian pula musik tradisional maupun modern perlu mendapat ruang eskpresi yang luas, sehingga menjadi kekayaan bagi kota yang multikultural ini.

Wakil Menteri Agama RI, Zainut Taulid Sa’adi saat membuka kegiatan tersebut menyebutkan bahwa seni qasidah dalam perkembangannya perlu terus mengikuti perkembangan zaman, karena qasidah harus dikembangkan melalui kolaborasi dengan alat musik modern tetapi juga tetap mempertahankan nilai tradisi yang menjadi sebuah kearifan lokal (siwalimanews.com, 26/11/2019).

Sekaitan dengan ini kita juga dapat memaknai iven ini sebagai momen merajut tali silaturahim dan merawat toleransi antarumat beragama dalam konteks Indonesia yang bhineka tunggal ika. Spirit kebangsaan dan keagamaan dapat saling berkelindan demi tatanan hidup bersesama yang adil dan damai.

loading...

Saya jadi ingat ungkapan polemikal, apakah seni hanya untuk seni, atau seni untuk kemanusiaan? Apakah seni hanya soal teknik atau soal filosofi? Apakah seni menjadi alat legitimasi politik atau kritik sosial termasuk keagamaan? Saya sendiri condong memaknai seni untuk kemanusiaan dan kebaikan bersama. Jika seni dapat membangun imajinasi kebangsaan, melembutkan moralitas publik, dan menyembuhkan luka sosial, maka seni itu menjadi hidup dan fungsional.

Sebagai seorang Kristen dan juga warga kota Ambon, saya tentu menyambut dengan sukacita perhelatan Lomba Duta Qasidah Nasional di kota Ambon Manise ini. Kita doakan agar kegiatan ini berlangsung dengan semarak dan sukses, serta membawa maslahat bagi warga kota dan bangsa. Kota Ambon sejak dulu merupakan kota yang sangat plural, termasuk dalam ikhwal agama. Oleh sebab itu, berbagai ekspresi seni musik dengan aroma agama Islam, Kristen, merupakan kekayaan khazanah budaya dan masyarakat Ambon dan Maluku pada umumnya.

Selamat berlomba, termasuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Salam damai !

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *