Mercy Barends Bantah Akan Berpasangan Dengan MI

by
Mercy Chriesty Barends

 

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP Mercy Chriesty Barends, membantah isu dirinya akan berpasangan dengan bakal calon (Balon) Gubernur Maluku Irjen Pol Murad Ismail (MI) di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur  Maluku 2018. Menurutnya, ada oknum yang sengaja mengiring opini publik kalau MI akan berpasangan dengan dirinya.

“Belakangan ini banyak isu soal saya akan berpasangan dengan Pak Murad Ismail, untuk mendapat rekomendasi PDIP. Sehingga saya harus berpasangan dengan beliau di Pilkada  Maluku. Hal itu tidak benar dan itu adalah berita palsu, karena sampai saat ini saya masih fokus menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai anggota DPR RI,” kata Mercy, saat dihubungi, Senin (18/9).

Mercy mengungkapkan, masyarakat Maluku harus mengetahui bahwa ada oknum yang sengaja menggiring opini publik kalau ia akan maju sebagai Wakil Gubernur Maluku. Bahkan menurutnya, sengaja dihebohkan  ia dipanggil Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk pemberian rekomendasi PDIP.

“Bekaitan dengan simpang siur dari DPP PDIP untuk Pilgub Maluku, sampai hari ini belum ada rekomendasi yang ditandatangani Ibu Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP,” katanya. Ia juga menegaskan, hingga kini dirinya tidak pernah berproses secara organisasi di PDIP, mulai dari penjaringan sampai dengan penyaringan, karena masih fokus menjalankan tugas anggota DPR RI.

Mercy menyatakan, ada dua hal yang perlu diklarifikasi yakni, terkait berita simpang siur soal dirinya akan perpasangan dengan MI dan  dipanggil Megawati Soekarnoputri untuk mendapatkan rekomendasi PDIP.

“Sampai hari ini (Senin 18/9), saya tidak pernah dipanggil Ibu Megawati Soekarnoputri dan ini harus diluruskan, karena terhadap opini ini, secara etik politik tidak dapat dibenarkan, karena saya masih fokus sebagai wakil rakyat (DPR RI)  yang diutus mengawal aspirasi masyarakat Maluku,” ujarnya.

Mercy juga mengatakan, ada banyak Balon Gubernur yang ingin menggandengnya sebagai Balon Wakil Gubernur di Pilkada Maluku, namun selalu ia tolak dengan alasan masih ingin meneruskan amanat masyarakat Maluku untuk diperjuangkan di DPR RI. Sehingga dirinya tidak berkeinginan mencampuri urusan PDIP maupun persoalan internal PDIP dalam proses rekomendasi Balon Gubernur maupun Wakil Gubernur.

“Saya hanya tetap fokus sebagai anggota DPR RI sampai masa periode saya selesai,” katanya. Ia menambahakan, kalau dirinya mau berproses untuk maju di Pilkada Maluku, harus meminta ijin Ketua dan Sekretaris Fraksi di DPR RI  karena harus mengundurkan diri.(IAN)