Meski Sudah Mengerucut, Lokasi Pasti Ambon New Port Masih Belum Ditentukan

by
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadialia dan Gubernur Maluku, Murad Ismail mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, di perbatasan Waai dan Liang, Jumat 5/2/2021). FOTO : DOK. (TERASMALUKU.COM)

“Dari tiga usulan (lokasi) yang disampaikan Pemda Maluku itu mengerucut kesitu (perbatasan Liang-Waai seluas 700 hektar), lalu muncullah usulan dari Kementerian itu dari ASDP ke arah PLTU. Sepengetahunan saya sesuai keterangan Pak Sekjen itu masih dikaji. Tapi itu Pak Sekjen sampaikan itu belum (ditetapkan) karena masih dikaji lagi oleh konsulat,”terangnya menjawab terasmaluku.com, Selasa (2/3/2021).

Alasan Kementerian usulkan lokasi antara Pelabuhan ASDP Liang dan PLTU Waai seluas 200 hektar lanjut Malawat karena dinilai lebih ekonomis jika dibandingkan lahan seluas 700 di perbatasan Waai-Liang.

Ini karena lahan yang seluas 700 hektar memiliki permukaanyang jauh lebih tinggi. Sedangkan yang 200 hektar usulan Kemenhub memiliki permukaan yang lebih rendah.

Lebih lanjut ditambahkanya, jika dokumen perencanaan sudah disampaikan, barulah akan diusulkan ke Gubernur Maluku untuk membentuk Tim Persiapan Pengadaan Lahan. “Jadi intinya kita masih tunggu, karena belum diputuskan (lokasi pasti yang bakal dijadikan Ambon New Port,”tandasnya. (Ruzady)