MI Al-Azhar Saumlaki Gelar Parenting Bersama Kawan Sekolah Literasi Indonesia

by
Foto bersama orang tua murid bersama pihak sekolah dan relawan pendidikan di MI Al-Azhar Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Sabtu (30/3/2019). FOTO : DOK. Relawan Pendidikan SLI

SAUMLAKI-Memasuki bulan kedelapan pendampingan dari Konsultan Relawan (Kawan) Sekolah Literasi Indonesia (SLI), Madrasah Ibtidaiyah (MI)  Al-Azhar Saumlaki Kabupaten Kepulauan  Tanimbar, Maluku  menggelar Parenting bertemakan ‘Mewujudkan Anak Cerdas dan Saleh’. Kegiatan ini merupakan salah satu program wajib yang diperuntukkan bagi sekolah-sekolah yang didampingi oleh Sekolah Literasi Indonesia (SLI) ini berlangsung di MI Alzhar Saumlaki selama tiga hari dan berakhir, Sabtu (3p/3/2019).

Konsultan Relawan Pendidikan SLI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Dwi Wahyu Alfajar mengungkapkan, SLI merupakan sebuah program besutan Dompet Dhuafa Pendidikan yang bertujuan membantu pembentukan dan peningkatan performa sekolah melalui proses pendampingan bagi kepala sekolah dan guru.

Sehingga program ini berkonsentrasi pada peningkatan kualitas sistem kepemimpinan dan sistem pembelajaran serta pengembangan kultur sekolah dengan kekhasan literasi. Sejumlah 54 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi sekolah dampingan SLI di tahun 2018-2019 ini.

“Parenting menjadi salah satu program yang harus dilakukan untuk meningkatkan kepedulian dan peran orang tua terhadap pendidikan putra-putrinya. Sederhananya, melalui kegiatan ini diharapkan komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua bisa tumbuh dan berkembang. Sehingga dengan adanya kerjasama seperti ini, sekolah dan orang tua bisa bersama-sama mengambil peran dalam mendampingi pertumbuhan putra-putrinya,” kata Wahyu dalam siaran pers yang diterima Terasmaluku.com, Minggu (31/3/2019).

Wahyu menjelaskan kegiatan parenting kali ini dilaksanakan secara terpisah selama 3 hari. Pada 26 Maret 2019, diikuti oleh kurang lebih 40 orang tua murid kelas 2 dan 3. Dilanjutkan pada 28 Maret 2019, sekitar 30 orang tua murid kelas 4 dan 5. Kemudian ditutup  oleh orang tua murid kelas 1 pada 30 Maret 2019 dengan jumlah kurang lebih 25 orang.

Kepala MI  Al-Azhar Saumlaki Darmawati mengatakan,  pemisahan kegiatan kali ini bertujuan untuk lebih membangun kedekatan antara wali murid dengan wali kelas, karena diakhir acara akan ada sesi sharing dengan wali kelas.”Selain itu, dengan jumlah audiens yang tidak terlalu banyak diharapkan dapat memancing orang tua untuk lebih aktif dalam diskusi,” katanya.

Materi kegiatan disampaikan Dwi Wahyu Alfajar, Kawan SLI yang mendampingi MI Al-Azhar Saumlaki.  Dalam paparannya, Wahyu  menyampaikan 4 hal utama yang harus dilakukan orang tua untuk mewujudkan anak yang cerdas dan saleh. Pertama, orang tua diminta untuk bisa meluangkan waktunya untuk anaknya. “Kami minta tolong kepada orang tua untuk bersedia meluangkan waktu untuk putra-putrinya. Tolong berikan perhatian kepada mereka,” ungkapnya.

Kemudian orang tua diminta untuk menemukan potensi anak serta membimbing anak agar memiliki akhlak yang baik. Dan yang terakhir, orang tua diajak untuk menjadi teladan yang baik bagi putra-putrinya. Orang tua memberikan apresiasi kepada sekolah atas perhatian yang selama ini sudah dilakukan.

“Kami sangat berterimakasih kepada MI Al-Azhar Saumlaki dan Sekolah Literasi Indonesia atas kegiatan yang sudah dilakukan. Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan seperti ini, kami selaku orang tua bisa duduk bersama untuk membangun komunikasi khususnya dengan wali kelas agar kami juga bisa memberikan perhatian kepada putra-putri kami,” ungkap Marwan, wali murid Kelas 4. (ADI)