Minat Tinggi Kaum Muda Maluku Investasi di Bursa Efek Indonesia

by
Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Maluku, Alberto Fasaamuri Dachi saat menggelar Market Update Pasar Modal di Twenty Seven Café Pattimura Park Ambon, Rabu (14/8/2019). FOTO : PRISKA BIRAHY

TERASMALUKU.COM,AMBON,-Kaum muda di Maluku punya minat tinggi dalam investasi saham pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Sekitar 30 persen investor yang terdata pada BEI merupakan anak muda.

Mereka ada pada rentang usia 25 tahun hingga 40 tahun. Keterlibatan mereka pada jenis investasi ini menjadi pertanda baik pertumbuhan literasi dan akses informasi tentang jual beli saham di Maluku.

BEI baru saja membuka cabangnya pada 2016. Namun hingga hari ini sudah menunjukkan kenaikan signifikan. Pada awal pembukaan ada 435 investor. Jumlah itu merangkak pada 2017 sebanyak 866 investor atau presentase 99 persen.

Pada 2018 melonjak 1.649 investor ada 783 investor baru serta pada semester pertama 2019 bertambah 258 investor baru atau menjadi 1.907. “Dari jumlah itu 60 persen investor umum, 30 persennya itu anak muda. Produk investasi saham, jual beli,” jelas Kepala Bursa Efek Indonesia Perwakilan Maluku, Alberto Fasaamuri Dachi saat menggelar Market Update Pasar Modal di Twenty Seven Café Pattimura Park Ambon, Rabu (14/8/2019).

Keterlibatan kaum muda dalam berinfestasi bisa menjadi tanda baik perkembangan investasi di Maluku. Karena itu, lanjut Dachi BEI membuka gerai-gerai kecil pada empat lembaga institusi pendidikan di Ambon.

Tujuannya untuk mengenalkan BEI sekaligus produk investasi aman dan tepat. “Kami buka galeri investasi di Unpatti, UKIM, IAIN Ambon dan Politeknik,” jelasnya.

Selain anak muda, potensi investasi besar juga berpeluang ada pada sektor perikanan dan konstruksi. Menurut Dachi, rerata investasi dilakukan oleh perusahaan lokal yang didominasi sektor perikanan. Itu lantaran kantor utaman yang berada di Ambon.

Dachi menyebut jika pihaknya berharap ada lebih banak investor lokal yang berinvestasi saham di Maluku. Terkhusus pada perusahaan-perusahaan daerah di bidang perikanan yang jadi sektor punggung di Maluku. (PRISKA BIRAHY)