Mirati Dewaningsih Minta Kementerian Pendidikan Ada Perlakuan Khusus UNBK di Sekolah Terdampak Gempa

by
Anggota DPD RI Komite III Mirati Dewaningsih (tengah) bersama para Kepala Sekolah di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Sabtu (16/11/2019). FOTO : STAF KHUSUS DPD RI

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Anggota DPD RI Komite III Mirati Dewaningsih meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI agar ada perlakuan khusus Ujian Nasional Berbasis Kumputer (UNBK) di sekolah-sekolah yang terdampak gempa pada 2020.

Pernyataan ini disampaikan Mirati, anggota DPD RI asal Maluku saat pertemuan bersama Badan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah dan Kelompok Kerja Kepala Kepala Sekolah Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) di Tulehu, Sabtu (16/11/2019). Dalam pertemuan ini, sejumlah kepala sekolah SMA  menyampaikan laporan kondisi terkini di sekolah masing-masing pascagempa.

Saat jaring aspirasi Mirati ini, kepala sekolah mengatakan akibat gempa 6,5 magnitudo yang terjadi 26 September 2019 dan diikuti dengan serangkaian gempa susulan menyebabkan banyak gedung sekolah, sarana dan prasarana penunjang rusak. Kerusakan juga terjadi pada ruangan dan komputer yang telah disiapkan untuk menghadapi UNBK.

Proses belajar mengajar di tenda-tenda atau sekolah darurat menurut kepala sekolah kurang maksimal karena fasilitas tidak memadamai. Apalagi guru dan siswa juga menjadi korban. Menanggapi kondisi ini Mirati langsung mengatakan akan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar ada perlakuan khusus UNBK di sekolah terdampak gempa.

“Karena itu bila menjelang waktu UNBK masih ada gempa, kondisi belum stabil maka tentu saya akan menyampaikan ke pemerintah pusat dalam hal ini  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan agar ada perhatian atau perlakuan khusus UNBK pada daerah daerah dampak gempa di wilayah Maluku, karena jika dipaksakan anak-anak kami yang jadi korban nanti,” kata Mirati.

loading...

Dalam pertemuan ini, Mirati juga menjelaskan mutu pendidikan di Maluku yang semula berada pada posisi ke 34 nasional.  Namun lanjutnya, dengan progres UNBK, mutu pendidikan Maluku naik 10 poin, dan kini menjadi peringkat ke 24. “Mutu pendidikan Maluku saat ini berada di peringkat 24 secara nasional, mutu pendidikan mengalami peningatan, ini adalah bentuk kerjasama yang baik antara dewan guru, kepala sekolah siswa, orang tua dan instansi terkait,” ungkap Mirati.

Mirati juga berharap mutu pendidikan Maluku akan menuju peringkat 10 besar pada tahun tahun mendatang. Namun menurutnya, maju tidaknya pendidikan di Maluku tergantung para guru, kepala sekolah, dan peran siswa serta orang tua  siswa.

“Maju atau tidaknya pendidikan Maluku ada di tangan bapak ibu dewan guru dan kepala sekolah sekalian, sebab bapak ibu gurulah yang setiap saat berproses secara lansung dengan siswa. Pemda dan instansi terkait juga harus memberi suport agar kita bisa bersain baik di tingkat ragional, nasional bahkan internasional,” jelas Mirati. (ALFIAN)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *