Mitos atau Fakta : Bajakah Sebagai Pengobatan Kanker

by
dr. Nina saat Healthtalk dengan komunitas IC3 di Gedung AHCC lantai 4 dengan tema  “Mitos dan Fakta : Bajakah dan Vitamin B17 Dalam Pengobatan Kanker. FOTO : AHCC

SEBAGAI salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi menurut WHO, kanker sebenarnya dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dan penyebabnya. Dengan kanker paru dan payudara sebagai kanker dengan angka prevalensi tertinggi di seluruh dunia, dengan jumlah kematian hingga 200.000 jiwa di seluruh dunia.

Seiring perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran dewasa ini, berbagai pilihan pengobatan serta terapi dapat dilalui penyandang kanker dalam perjalanan melawan kanker. Diantaranya 3 modalitas utama dalam penanganan kanker, yaitu Radioterapi, Kemoterapi dan Pembedahan.

Sayangnya sebagian masyarakat Indonesia masih meyakini bahwa pengobatan alternatif merupakan salah satu metode pengobatan yang tepat dan minim risiko. Faktanya pengobatan alternatif dapat memicu pertumbuhan kanker jika tidak segera mendapatkan tindakan yang benar maupun tanpa melalui prosedur yang tepat.

Obat herbal dapat digunakan sebagai obat pendamping untuk menunjang dan mempercepat pemulihan, membantu mengurangi efek samping atau keluhan yang muncul pasca terapi kanker. Seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh, antioksidan, mengatasi gangguan makan atau gangguan tidur. Misalnya dengan mengonsumsi kunyit putih, gingseng, kulit buah manggis dan juga buah lain yang dianjurkan.

Apalagi Akhir-akhir ini banyak beredar berita bahwa akar bajakah disebut-sebut mampu mengobati kanker. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bajakah ini disebut memiliki senyawa-senyawa yang bisa berperan sebagai antioksidan yang sekaligus bisa berperan sebagai anti kanker. Kandungan lain dalam akar bajakah lainnya adalah saponin, alkoloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik. Diketahui, jumlah antioksidan dalam akar bajakah ini juga cukup tinggi.

loading...

Oleh sebab itu, klaim bahwa akar bajakah bisa mengobati penyakit kanker harus dilakukan penelitian lebih mendalam dan komprehensif. Sebaiknya jangan dulu percaya akan berita khasiat dari tanaman tersebut tanpa disertai sumber dan hasil riset yang akurat. Pada dasarnya semua uji praklinik dan uji klinik ini dilakukan untuk menilai efektivitas dan keamanan produk. Tanpa melalui uji tersebut, siapapun tidak boleh melakukan klaim efektivitas dan keamanan. Dari ilmu kedokteran sebuah pengobatan hanya boleh disampaikan apabila memang secara ilmiah sudah bisa dibuktikan.

“Sebelum dipakai untuk pengobatan, harus melakukan uji klinis terlebih dahulu, mulai dari tes ke binatang dulu, tes populasi sehat, tes populasi sakit, dan harus dibandingkan. Selain itu tujuan uji klinis ini untuk melihat efek samping yang ditimbulkan agar jelas. Waktu yang dibutuhkan untuk uji praklinis sampai uji klinis pun bahkan bisa sampai bertahun-tahun,” jelas dr. Nina Irawati SpB(K)Onk-KL, spesialis Onkologi dari Adi Husada Cancer Center (AHCC).

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Nina saat Healthtalk dengan komunitas IC3 di Gedung AHCC lantai 4 dengan tema  “Mitos dan Fakta : Bajakah dan Vitamin B17 Dalam Pengobatan Kanker”. Acara yang di selenggarakan pada hari Kamis , tanggal 14 November 2019 ini bertujuan memberikan informasi kepada anggota komunitas IC3 agar tidak mudah percaya dengan berita yang beredar bahwa kayu Bajakah dapat menyembuhkan kanker tanpa adanya penelitian lebih lanjut terhadap kayu bajakah tersebut. (ADV)

 

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *