Mobil Penggiling Aspal Tergelincir di Taeno, Pasangan Suami Istri Tewas, Lima Luka Parah

by
Mobil penggiling aspal yang tergelincir di kawasan Tanjakan Kota Mahu Desa Taeno Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (29/8). FOTO : ALFIAN (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Sebuah mobil penggiling aspal tergelincir, menggilas sebuah mobil dan  sepeda motor di kawasan Tanjakan Kota Mahu  Desa Taeno  Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (29/8). Akibat kecelakaan  ini, dua orang pasangan suami istri meninggal dunia dan lima lainnya luka parah.

Pasangan suami istri yang meninggal dunia akibat  peristiwa ini diketahui bernama Hiradin Rumbia (54) dan Wa Nona (40). Keduanya  meninggal dunia setelah kendaraan sepeda motor yang mereka tumpangi tergilas mobil alat berat, penggiling  aspal tersebut. Tidak terima dengan peristiwa maut ini, warga Taeno sempat mengamuk dan membakar salah satu mobil pickup milik perusahan pekerjaan proyek  jalan tersebut.

Kapolsek Teluk Ambon  Iptu Mega Maruanaya mengatakan, awalnya mobil penggiling aspal tersebut sedang mengerjakan jalan di kawasan itu. Namun mobil tersebut tergelincir sehingga menghantam mobil roda empat yang sedang berada dibawahnya.Setelah itu, menggilas lagi sepeda motor yang ditumpangi suami istrinya itu.

Loading...

“Proses pekerjaan jalan sedang berlangsung, tetapi mobil roda empat ini nekat terobos. Mobil penggiling tergelincir dan menggilas mobil tersebut duluan, kemudian lanjut menggilas sepeda motor yang ditumpangi  pasangan suami istri itu. Pasangan suami istri meningga dunia,” kata Mega.

Ia menyebutkan, selain pasangan suami istri meninggal dunia, lima orang lainnya yang berada di dalam mobil  mengalami luka berat. Korban meninggal dunia dibawa ke rumah duka di Taeno, sedangkan korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Maluku.  Menurut Mega, pihaknya telah mengamankan penanggung jawab pekerjaan jalan tersebut untuk diperiksa lebih lanjut. Polisi juga  memasang garis polisi di mobil penggiling aspal itu.

Sementara itu,  salah satu keluarga korban meninggal La Suha Rumbia, mengatakan, kecelakan ini merupakan musibah, sehingga pihak keluarga telah mengikhlaskan peristiwa ini dan tidak akan menuntut siapapun. “Kecelakaan ini adalah musibah, jadi kita dari pihak keluarga korban tidak akan menuntut pihak manapun untuk bertanggungjawab, kita sudah ikhlas,” kata Rumbia. (IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *