Mobile Posko Polres Buru,Posko Bergerak Pilkada Yang Terhubung Dengan Mabes Polri

by
Kapolres Pulau Buru tengah memimpin rapat di posko bergerak di Kota Namlea, Pulau Buru.

NAMLEA-Polres Pulau Buru, Maluku membuat terobosan baru untuk meningkatkan pengamanan di wilayah itu, terutama jelang pelaksanaan Pilkada 2017. Sebuah mobil bus bekas berhasil disulap jajaran Polres Buru menjadi ruang rapat lengkap dengan perangkat teknologi informasi (TI) yang mampu melakukan hubungan telekonferens dengan Mabes Polri di Jakarta.
Sekilas dari luar, mobil bus yang dijadikan mobile posko atau posko bergerak Polres Pulau Buru ini tampak tidak memiliki keistimewaan apa-apa, sama seperti mobil bus Polri lainnya. Hanya sebuah bus dengan tulisan mobile posko Polres Buru. Namun coba masuk ke dalam bus itu, pemandangan tampak berbeda. Kapolres Pulau Buru AKBP Leo Simatupang, siang itu pada awal Oktober lalu tengah memimpin rapat bersama kepala satuan di jajaran Polres Pulau Buru di dalam posko bergerak itu di Kota Namlea, Kabupaten Buru. Kapolres bersama stafnya membahas persiapan pengamanan dalam rangka pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Buru yang akan berlangsung 15 Februari 2017 mendatang.
Ada yang unik dengan rapat ini, dari sejumlah layar di depan Kapolres tampak interaksi dialog langsung dengan ruang kendali posko pengamanan Pilkada di Markas Polres Pulau Buru yang berjarak cukup jauh dari bus ini. Di dalam mobil yang dapat menampung belasan orang itu dipasangi kamera dan alat telekomunikasi lainnya yang terhubung dengan Markas Kepolisian di Indonesia. “Dari posko mobil ini saya bisa berkomunikasi,teleconference dengan posko pengamanan di ruang kendali pengamanan Pilkada Polres Buru, termasuk juga dengan pimpinan kami di Polda Maluku. Yang penting ada jaringan telekomunikasi saja, langsung bisa terhubung,” kata Kapolres.
Bahkan menurut Kapolres, ia juga bisa melakukan teleconference langsung dengan Mabes Polri di Jakarta untuk melaporkan situasi terkini pengamanan Pilkada di daerahnya. Inisiatif pembuatan posko bergerak ini memang datang dari sang Kapolres. Mengingat luasnya kawasan pengamanan di Pulau Buru yang mencapai dua kabupaten yakni Kabupaten Buru dan Buru Selatan dengan 10 Polsek yang jauh.
Sehingga menurut Kapolres harus dilakukan pemantaua lewat posko mobile ini. Bahkan tak jarang Kapolres sendiri yang membawa langsung posko bergerak ini. “Karena hanya satu di kami, nantinya mobile posko ini bisa bergeser ke lokasi mana saja di wilayah hukum Polres Buru dalam melakukan pengamanan,” katanya.
Kapolres menyatakan, dana yang tidak terlalu besar serta tenaga IT dari Polres sendiri, membuat dirinya berani membuat inovasi, memodifikasi mobil bus bekas menjadi mobile posko. Hanya dengan bus bekas itulah, Kapolres berhasil melakukan terobosan baru di Polres Buru. Mobile posko ini mampu beroperasi dengan baik.“Hasilnya teknologi ini mampu membantu kami dalam tugas dan tanggungjawab terhadap keamanan di wilayah Polres Pulau Buru, terutama nantinya saat pengamanan Pilkada,” tutur Kapolres. ADI