Modal Pede, Cowok Ambon Ini Main Bareng Rio Dewanto dan Chico Jericho  

by
Aufa Dien Assagaff. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- “Those who dare to try what other only dream of, never failed to discover the real effort is always rewarded,” Kutipan dari penulis Amerika terkenal, Guy Finley ini sangat pas bila dikaitkan dengan pemain film pendatang baru Aufa Dien Assagaff. Dalam kutipan tersebut, Guy menggambarkan hal yang tidak sia sia bagi mereka yang berani mencoba – mencoba lakukan hal yang selama ini hanya bisa berada dibenak orang lain.

Siapa sangka, dari anak biasa, siswa SMA yang suka main futsal, bisa beradu akting dengan para aktor terbaik tanah air. Bila kalian penggemar aktor Chico Jericho dan Rio Dewanto dalam Filosofi kopi, wajah tajam dengan brewok khasnya, tentu tak asing lagi. Aufa muncul dalam dua sekuel film filosofi kopi bersama aktor-aktor kawakan lain.

Perjalanannya dari kota kecil Ambon hingga ke layar lebar jadi pembuktian kutipan Guy Finley tadi. “Dulu ada tawaran buat casting. Ya, beta ikut aja, berani coba yang baru,” kata pemeran Aldi, barista di film Filkop 1 dan 2 kepada Terasmaluku.com saat berjumpa di kafe Filosofi Kopi, Melawai, akhir Maret 2018.

Saat itu dirinya masih berstatus siswa SMA Negeri 11 Ambon. Rumah produksi film Cahaya Dari Timur  (CDT) kala itu membuka casting di Ambon untuk peran dalam film CDT. Tanpa banyak pikir, pria asal Negeri Hitu itu langsung ikut casting. Menurutnya modal utama adalah percaya diri dan berani. Dan ternyata, pria bertubuh tinggi itu lolos.

Aufa Dien Assagaff

CDT menjadi debut pertamanya di layar lebar bersama pemain senior berbakat lain. “Rasanya seneng, bangga juga gugup. Tapi kalau nggak gitu kita nggak bakal tahu kemampuan diri sampai di mana,” sebut mahasiswa Fakultas Informatika Gunadarma itu. Namun tentu, keberhasil bermain peran bukanlah goal utama. Tapi keseriusan mengerjakan keputusan dengan sepenuh hati.

Terbukti usai produksi dan tayang, dia kembali ditawari langsung oleh sang sutradara, Angga Sasongko untuk peran dalam film Filkop pertama pada 2015 dan Filkop 2 pada 2017. “Intinya percaya diri makanya bisa total dalam akting. Dan lagi karakter fisik yang sesuai dengan kebutuhan peran kala itu,” sambungnya.

Dia mengaku selain skill akting, fisik yang menunjang jadi kunci. Menurutnya orang Maluku punya profil tubuh yang bagus. Wajah dan kulit yang eksostis, mata indah serta rambut ikal jadi ciri khas. Dalam dunia entertainment, kulit putih, wajah mulus, rambut lurus sudah biasa. “Itu mungkin yang disukai saat ini,” kata pria kelahiran 19 Agustus 1997 itu.

Aufa punya darah campuran Arab yang kental dari sang ayah. Mata bulat hitam dan bentuk rahang tajam jadi keuntungannya. Gen dari perkawinan campur dengan orang portugis, belanda, hingga India pada jaman dulu membikin wajah dan postur orang Maluku beda dengan orang di pulau lain.

Namun Aufa mengaku modal itu harus diimbangi dengan gaya hidup sehat. “Tetap jaga badan juga. Minimal olahraga. Karena sayang, badan orang Maluku itu bagus. Rata rata pria punya bahu yang lebar,” terang pemeran utama lawan main Salvita Decorte dalam film series Heaven and Hell yang kini tayang di HOOQ itu.

Dengan modal keyakinan itulah kerja keras anak Maluku ini terbayar. Kiprahnya kini makin luas. Aufa bahkan terpilih jadi salah satu model untuk Men’s Wear karya designer kondang Mel Ahyar di bawa label XY.

Brewok serta rambut ikal Aufa jadi ciri khas yang makin menambah kesan maskulin yang elegan. “Saat itu sedang syuting lalu saya dikontak oleh orang dari mbak Mel,” tuturnya bangga. Inilah makna dare to try. Dirinya membuka diri untuk segala hal. Dan jangan lekas membangun tembok dalam diri. Sebab kita tidak pernah tahu sampai dimana kemampuan diri sebelum mencoba.

Pria manis itu kini tengah menuntaskan syuting bersama Rio Dewanto serta Chico Jericho. Rencanannya film berjudul ‘Cinta itu Bangsat’ mengambil latar di tiga negara. Dia pun terlibat kerja sama dalam film layar lebar garapan Garin Nugroho yang berkisah tentang cerita rakyat di Larantuka, NTT. (BIR)