Mulai 15 Oktober, Pemkab Buru Terapkan Aturan Kerumunan Massa

by
sumber: Suara.com

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Setelah menerapkan aturan wajib masker bagi warga, Pemerintah Kabupaten Buru akan menerapkan aturan kerumunan massa yang mulai diberlakukan 15 Oktober nanti.

Sekretaris Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buru, Asis Tomia menjelaskan, pengaturan kerumunan massa ini diberlakukan untuk mencegah penularan covid-19. Penerapannya berdasarkan Surat Edaran Bupati Buru Ramly Umasugi.

“Kita tidak bikin serampangan atau sekaligus mengatur berkerumun, tapi kita pilah-pilah. Ada dua yang kita sasar untuk tahap pertama. Pertama acara hajatan baik itu acara pernikahan, khitanan dan lain sebagainya. Intinya kegiatan kemasyarakatan dan juga kegiatan olahraga. Dua acara ini yang menimbulkan kerumuman yang luar biasa,”jelasnya kepada Terasmaluku.com Sabtu (10/10/2020).

Kegiatan-kegiatan tersebut bukan dilarang, tetapi hanya diatur soal penerapan protokol kesehatan. “Makanya kita atur, tidak dilarang, tapi protokol kesehatan yang diketatkan. Contohnya kita batasi jumlah orangnya, kita pakai standar 100 orang, jadi acara kemasyarakatan itu dibatasi 100 orang biar lebih mudah diatur baik soal jaga jaraknya dan seterusnya. Begitu juga penonton kegiatan olahraga dibatasi 100 orang penonton,”sambungnya.

Loading...

Untuk kegiatan olahraga ini, hanya bisa dilaksanakan setelah mendapatkan rekomendasi dari Satgas dan Kepolisian. “Karena kepolisian juga mengeluarkan izin setelah ada rekomendasi dari Satgas,”ujarnya.

Disinggung soal sanksi bagi warga yang melanggar, Tomia mengatakan acuannya pada Peraturan Bupati (Perbup) Wajib Masker. Selain itu jika kedapatan kegiatan kerumunan massa dan melanggar protokol kesehatan, maka akan dihentikan oleh pihak yang berwenang. “Jika tidak sesuai dengan protokol kesehatan yang ditentukan, Satgas dan aparat keamanan akan hentikan kegiatan itu,”terangnya.

Untuk tahap pertama penerapan aturan soal kerumunan massa ini, lanjut Tomia disertakan dengan sosialisasi. Aturan ini ditambahkannya, akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi pandemi.

“Disesuaikan dengan perkembangan kasus, sistem on offlah, kalau kasus turun bisa kita buka lagi, kalau ada peningkatan kasus kita close lagi,”tandasnya. (Ruzady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *