Murad  Prioritas Bangun Industri Perikanan Maluku

by
Murad Ismail saat menyampaikan visi dan misinya di DPD Partai Hanura Maluku, Senin (31/7). FOTO : (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,AMBON-Bakal Calon Gubernur Maluku Murad Ismail (MI) memastikan dirinya akan fokus pada pembangunan kemaritiman meliputi pengelolaan sumberdaya perikanan dan peningkatan infrastruktur transportasi laut untuk menghubungkan pulau-pulau. Murad mengungkapkan hal ini saat menyampaikan visi dan misinya sebagai Balon Gubernur di DPD Partai Hanura Maluku, Senin (31/7).

“Hasil laut kita sangat melimpah, seharusnya kita tidak menjadi daerah miskin di Indonesia, sebagaimana data Badan Pusat Statistik kita termiskin nomor empat dari 35 provinsi di Indonesia. Ini yang membuat saya terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai gubernur,” ungkap Murad Ismail .

Menurut Komandan Korps Brimob Polri ini, potensi laut Maluku semestinya bisa mendongkrak pendapatan daerah, mengingat hasil laut Maluku 1,64 juta ton per tahun, dan memberikan kontribusi sebesar 26,3 persen potensi perikanan nasional. “Potensi ini yang tercatat, sebab kekayaan laut kita jauh lebih besar lagi. Kita punya perairan yang menjadi satu dari lima spot ikan terbesar di dunia,” ujarnya.

Menurut Murad, perjuangan Lumbung Ikan Nasional (LIN) tidak dapat terwujud sejak ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2010 karena lemahnya bargaining pemerintah daerah di pusat.  Dengan kapasitas dan networking dimilikinya, Murad berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Maluku melalui optimalisasi sektor perikanan dan kelautan.

“Harus dibangun sel-sel perikanan di daerah agar kedepan ekspor ikan bisa dilakukan langsung dari Maluku. Perizinan kapal penangkap ikan berukuran lebih besar juga harus bisa dikeluarkan oleh daerah sehingga kontrol terhadap kapal-kapal penangkap ikan di wilayah perairan Maluku bisa efektif. Jangan izin untuk 50 kapal tapi kenyataannya yang beroperasi 100 kapal. Yang rugi kita di Maluku karena kekayaan laut kita dirampok,” katanya.

Murad yang pernah bertandang ke Norwegia mengatakan, manajemen perikanan negara di Eropa itu sangat baik. Dengan PDB (produk domestik bruto) per kapita sebesar 83.485, negara jnj menempati posisi kedua negara dengan PDB terbesar di dunia, dibawah Luksemburg.

Murad Ismail

“Kita bisa belajar dari Norwegia karena industri perikanan mereka sangat maju. Padahal yang dikembangkan di sana adalah perikanan budidaya, namun dapat memasok ikan dan produk ikan terbesar di Eropa. Kita punya bentangan laut yang luas dan garis pantai sepanjang 10.662 Km2. Kita bisa kelola perikanan tangkap dan perikanan budidaya, seharusnya kita yang sangat kaya,” tegasnya.

Karena itu, mantan Kapolda Maluku tahun 2013-2015 ini berkomitmen akan merubah mindset masyarakat, terutama aparatur pemerintah. “Saya akan menjadikan pemerintahan kedepan bersih dan melayani. Rotasi, mutasi, maupun demosi jabatan akan dilakukan secara transparan. Bila perlu kita lakukan lelang jabatan. Siapa yang jadi kepala dinas bukan atas dasar kedekatan, karena keluarga, dan sebagainya. Tetapi benar-benar orang itu mampu dan punya kapasitas. Siapa yang saya jadikan pimpinan di dinas juga harus siap untuk diturunkan apabila tidak mampu dan tidak berprestasi,” tegasnya.

Selain itu, Murad dalam visi dan misinya juga berjanji akan menata manajemen lalu-lintas konektivitas wilayah melalui penambahan moda transportasi dan penambahan rute, terutama transportasi pelayaran laut dan penerbangan udara. “Di bidang transportasi laut, saya tidak mau ada yang memonopoli. Semua orang seharuanya mempunya kesempatan yang sama untuk terlibat dalam pengembangan sektor transportasi laut. Infrastruktur juga harus disiapkan, termasuk armada laut untuk menghubungkan pulau-pulau,” jelas Murad.

Penyampaian visi-misi oleh Murad Ismail ini beberapa kali mendapat tepuk tangan. Semua pertanyaan yang diajukan tiga orang penguji dari kalangan akademisi dijawab dengan lantang dan jelas.  Salah satu penguji dari perikanan yakni Dr. Ruslan Tawary, M.Si bahkan melakukan standing aplaus.

“Saya tidak menyangka Pak Murad punya komitmen yang tinggi buat daerah ini, semua tergambar dari jawaban bapak yang spontan dan tegas. Saya kagum karena bapak satu-satunya calon gubernur yang tidak menyinggung Blok Masela sama sekali. Kita punya potensi perikanan yang sebenarnya dikelola dengan benar bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat dan daerah,” kata akademisi Universitas Pattimura ini.

Sementara itu, Prof. Dr. Salmon Nirahua, SH, MH, juga mengaku kagum sengan spontanits orang dalam menjawab. “Orang pandai belum tentu berkhidmat, sementara orang khidmat sudah pasti pandai. Ada orang yang menjawab menggunakan otak, tapi saya merasakan apa yang Pak Murad sampaikan benar-benar dari hati,” kata Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Unpatti Ambon ini. (IAN)