Musim Panen, Harga Cengkeh di Ambon Terjun Bebas

Musim Panen, Harga Cengkeh di Ambon Terjun Bebas

SHARE
Uncen, penjual cengkeh di Ruko Batu Merah Kota Ambon menyiapkan cengkeh hasil panen dari wilayah Jazirah Leihitu dan Leitimur, Senin (8/10/2018) FOTO : PRISKA BIRAHY (TERASMALUKU.COM).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Memasuki musim panen cengkeh, harga cengkeh di Kota Ambon terjun bebas. Sebelumnya harga cengkeh berada pada urutuan kedua tertinggi setelah fuli atau bunga pala. Namun pada musim panen ini, para petani, penjual pengepul malah mengeluhkan harganya.


Cengkeh komoditas asal Maluku. Sayangnya saat musim cengkeh tiba harganya merosot tajam di bawah harga biasanya.

Cengkeh salah satu komoditas unggulan asal Maluku itu menjadi hasil bumi yang paling dicari. Selain untuk bahan baku rokok pemanfaatan Syzygium aromaticum itu juga luas. Mulai dari farmasi hingga produk kecantikan. Sayangnya, memasuki musim panen kecil, harga jual cengkeh perkilogram merayap turun. Dari angka Rp 140.000 menjadi Rp 85.000.

Ucen, 59, penjual cengkih di pasar hasil bumi Mardika Kota Ambon mengakui adanya kemerosotan harga. “Kali ini dia (cengkeh) turun. Seng tahu kenapa. Padahal ada musim. Tapi harga jatuh sekali” akunya saat ditemui Terasmaluku.com di ruko hasil bumi Batu Merah Mardika, Senin (8/10/2018).

Cengkeh-cengkeh yang diperolehnya berasal dari Pulau Buru dan Seram. Namun ada sebagian yang juga dibawa dari wilayah jazirah Leihitu dan Leitimur Pulau Ambon. Rata-rata harga cengkeh yang bermain di kisaran Rp 85.000 hingga Rp 87.000 perkilogram. Kondisi ini memang cukup memprihatinkan. Sebab seharusnya harga cengkeh jauh leih baik. Memang ini bukan kali pertama. “Sebelumnya ada yang lebh parah, jauh harganya di bawah,” terang dia.

Meksi begitu, harga komoditas lain cukup stabil. Seperti fuli atau bunga pala. Si merah itu tetap bertengger di posisi R0 150.000 perkilogram. Menurut dia, harga fuli tak bergeming meski panen banyak. Pasalnya olahan fuli ini dijdikan bahan baku dasar untuk parfum. Usai dikrim ke Surabaya, fuli-fuli asal tanah Maluku itu lantas dibawa ke beberapa negara di Asia Tenggara untuk produksi di pabrik. Dia berharap, kondisi ini segera berlalu.

Jika kita berjalan di beberapa wilayah di Jazirah Pulau Ambon, harum aroma cengkeh mengitari negeri. Hampir di tiap rumah panen cengkeh. Mereka menjemurnya di halaman atau di depan jalan. Musim panen besar memang baru datang tahun depan. Namun warga sudah menaruh harapan. Haraga-harga cengkeh ini adalah salah satu sumber pemasukan besar bagi warga di Maluku.(PRISKA BIRAHY)

loading...