Musrembang Kabupaten Bursel, Pimpinan SKDP Diminta Kreatif

by
Sekda Bursel saat membuka Musrembang Kabupaten di Kantor Bupati Bursel, Jumat (17/3) Foto : FIK (TERASMALUKU)

NAMROLE- Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Tahun 2018 yang berlangsung di aula Kantor Bupati, Jumat (17/3). Musrembang tingkat  kabupaten yang  dibuka  Sekda Bursel, Sahroel AE Pawa ini bertemakan, “Pengembangan Layanan Dasar Dan Perekonomian Daerah, Berbasis Potensi Unggulan Untuk Meningkatkan Investasi Daerah.

Sekda  saat membacakan sambutan Bupati Bursel, Tagop S Soulisa, meminta seluruh pimpinan SKPD lebih proaktif dan kreatif  dalam berbagai program pembangunan daerah sesuai visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati  yakni “ mewujudkan Kemandirian Bursel secara berkelanjutan sebagai Kabupaten yang rukun berbasis Argo-Marine.

Loading…

Sekda mengatakan, Musrembang RKPD-SKPD Kabupaten Bursel harus mampu menjawab permasalahan mendasar dan faktual agar dapat menjamin keberlanjutan proses pembangunan untuk tahun mendatang, serta berbagai program dan kegiatan yang diusulkan.

Menurutnya, pelaksanaan Musrembang sebagai upaya sinergitas pembangunan antar sektor, olehnya itu butuh partisipasi aktif semua stekholder yang ada di daerah. “Olehnya itu butuh manajemen dan koordinasi yang efektif guna mengharmonisasi dan menyelaraskan rencana pembangunan dimasa yang akan datang baik pusat maupun daerah sehingga saling ketergantungan dan saling mendukung,” kata Pawa.

Ia menyatakan, secara nasional Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi dan Kabupaten merupakan forum koordinasi perencanaan pembangunan secara horizontal yang mengarah pada keharmonisan program yang tepat guna dan berhasil guna. Pemerintah daerah telah berkomitmen untuk mengedepankan seluruh proses pembangunan yang pro rakyat, dan berpihak pada kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bursel.

“Realitas yang terjadi adalah Kabupaten Bursel telah mengalami kemajuan yang signifikan. Dimulai dari penurunan tingkat kemiskinan, pada awal kepemimpinan pemerintahan TOP-BU, pada Tahun 2011 kondisi kemiskinan berada pada angka 21,83 % dan pada Tahun 2014 menurun menjadi 17,58 %. Ini persentase tingkat kemiskinan kedua di Maluku setelah Kota Ambon,” kata mantan Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Bursel ini.

Selain itu menurut Pawa  pertumbuhan ekonomi Bursel dari tahun ke tahun mengalami Trend yang positif dimana pada Tahun 2011 sebesar 5,25% meningkat pada tahun 2015 menjadi 6,79%, dengan rata- rata pertahun sebesar 0,54%.  Disamping itu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu pada Tahun 2011 hanya 57,98% meningkat sebesar 61,48% pada Tahun 2014, sementara itu angka harapan hidup pada Tahun 2011 yaitu 64,88% meningkat menjadi 65,46% pada Tahun 2015.

“Selanjutnya angka melek huruf pada Tahun 2011 yaitu 89,78% meningkat pada Tahun 2015 menjadi 92,70%. Otonomi Daerah di Tahun 2008 serta pemerintahan Kabupaten Bursel telah menjawab harapan masyarakat daerah ini dari keterisolasian, “kata Sekda Bursel. (FIK)