Nasib Pedagang Pasar Apung Terkatung-katung, Belum Bisa Berjualan

by
Sorang pedagang menggergaji triplek untuk menutup plafon kios yang dibiarkan terbuka dan bocor, (28/6). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Kondisi pedagang Pasar Mardika yang disuruh pindah ke Pasar Apung bernasib sama dengan namanya. Terkatung-katung. Ratusan pedagang hingga kini belum dapat berjualan.

Sebanyak 270 pedagang dari gedung putih masih harus membereskan kios yang dibangun pihak ketiga itu. Yakni mengganti seng yang bocor, meratakan lantai, memasang plafon, menambah seng di bagian depan kios, hingga memasang instalasi listrik baru di pasar.

Bangunan kios berbahan papan tipis itu terlihat jauh dari kata layak untuk berjualan. Para pedagang mengeluhkan kondisi itu, apalagi untuk mengerjakan perbaikan mereka harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

Lebih dari Rp 2 juta rupiah untuk perbaikan. Sementara sebelumnya pedagang dibebankan dengan membayar biaya sewa kios sebesar Rp 3 juta.

“Katong sampai sekarang belum bisa masuk. Semua pedagang perbaiki dong tempat, kalo seng bocor katong mau bajual bagemana. Sedangkan katong ini jualan baju,” keluh Yahya, pedagang baju kepada wartawan saat mendatangi kios, (13/7/2021).

Harapan untuk segera berjualan dan memulihkan kondisi keuangan memang pupus saat ini. belum lagi mereka harus berhadapan dengan kondisi PPKM dan cuaca hujan yang membuat orang makin enggan berbelanja.

Tak hanya Yahya, Pia pedagang lain juga mengeluhkan hal serupa. Kios nomor 57 yang akan ditempati masih dalam perbaikan. Dia sudah keluar banyak untuk itu. belum lagi harus beradaptasi dengan area sekitar pasar apung yang kotor.

“Ini di muka katong jualan ini sampah paleng banyak, kotor, lalu bagaimana orang mau datang belanja,” keluh Pia.

Sementara dinas perdagangan dan perindusterian belum dapat memberikan komentar terkait itu. padahal dalam rapat bersama anggota dewan mereka berjanji untuk laukan perbaikan kios.

Anggota komisi II DPRD Kota Ambon juga jelas memberikan ultimatum agar pemkot memperhatikan kesejahteraan pedagang. Yakni dengan tidak membebankan perbaikan kepada mereka.

Para pedagang pun berharap agar pemerintah, DPRD juga pihak ketiga penyedia kios tidak lepas tangan begitu saja. (PRISKA BIRAHY)