Kabupaten Banggai Termasuk Dalam Tiga Daerah Penyumbang Tertinggi Transaksi di Pasar Modal Sulteng

oleh
oleh
Ilustrasi: Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya di Jakarta. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.

TERASMALUKU.COM, BANGGAI,-PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tiga kabupaten di Sulawesi Tengah penyumbang porsi tertinggi transaksi di lantai pasar modal provinsi itu hingga Agustus 2021. Kabupaten Banggai Termasuk Dalam Tiga Daerah Penyumbang Tertinggi Transaksi di Pasar Modal Sulawesi Tengah

“Transaksi ini meningkat dipicu meningkatnya investor di lantai bursa saham yang berdampak positif terhadap pasar modal Sulawesi Tengah,” kata Kepala Perwakilan BEI Sulawesi Tengah Dendi Faisal Amin yang dihubungi di Palu, Minggu.

Ia memaparkan, tiga daerah tertinggi transaksi yakni Kota Palu sebesar Rp336 miliar lebih, disusul Kabupaten Tolitoli dengan transaksi sebesar Rp227 miliar lebih serta Kabupaten Banggai sebesar Rp39 miliar lebih.

BACA JUGA : Oktober, Tunjukan Fitur PeduliLindungi atau Kartu Vaksin Sebelum Masuk Mall

Menurut BEI, kebijakan pemerintah dalam menekan angka kasus COVID-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dimulai pada Juli lalu tidak mengganggu bisnis di bursa efek.

Karena, kegiatan bisnis melalui platform pasar modal sepenuhnya dilakukan dalam jaringan (daring), sehingga tidak ada transaksi secara langsung atau tatap muka.

“Artinya di portofolio saham, investor hanya melakukan pemantauan Indeks Harga Saham Gabungan (IHGS) melalui Android masing-masing, berbeda dengan bisnis lainnya,” ucap Dendi.

Ia menilai, pertumbuhan bisnis di pasar modal Sulawesi Tengah cukup positif, dan setiap tahun terus mengalami kenaikan dan saat ini berada di posisi 22 persen pada Agustus lalu.

“Tidak menutup kemungkinan, di Bulan September ini angka transaksi itu melebihi dari angka sebelumnya,” kata Dendi menambahkan.

BACA JUGA : Buka MTQ Kabupaten, Bupati Akerina : Ini Momentum Jadi Jembatan Rekonsiliasi Orang Bersaudara

Data transaksi di Sulawesi Tengah pada Bulan Juli lalu tercatat di angka Rp554 miliar, kemudian di Bulan Agustus kembali meningkat hingga sekitar Rp674 miliar, jumlah ini naik karena intensitas investor melakukan transaksi saham cukup tinggi.

BACA JUGA :  Pelindo-Pelni Beri Layanan Mudik Gratis Tujuan Makassar-Ambon dan Namlea

Dari segi jumlah, provinsi ini mengalami kenaikan sebanyak 1.639 investor baru di portofolio saham di bulan lalu, hal ini tidak terlepas dari giat sosialisasi dan edukasi yang disampaikan kepada masyarakat, baik melalui daring maupun luring.

“Hingga kini jumlah investor di pasar modal Sulawesi Tengah sebanyak 26.099 investor, dan kami berharap di akhir 2021 nanti jumlah investor lebih meningkat, ” demikian DendiOleh :

Mohamad Ridwan
Editor : Adi Lazuardi

 

No More Posts Available.

No more pages to load.