Negeri Batumerah Gelar Rapat Penetapan Rencana Kerja Pemerintah

by
Pejabat Kepala Pemerintah Negeri Batu Merah, Fenly Masawoy, saat memaparkan fokus pembangunan negeri dalam rapat RKP, Kamis (27/2/2020). FOTO: Ist

TERASMALUKU.COM,AMBON, – Negeri Batumerah Kota Ambon melangsungkan Rapat Penetapan Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Kamis (27/2/2020). Rapat yang berlangsung di gedung pemerintah negeri itu membahas sejumlah hal termasuk fokus pengembangan  negeri ke depan.

Penetapan ini merupakan proses panjang musyawarah dengan warga. Setiap tahapan telah melalui verifikasi oleh tim yang ditetapkan secara terbuka dalam musrenbang. Segala aturan, kebijakan, rencana pengembangan dan pendanaan telah diatur bersama. Dengan penetapan ini negeri bisa berkembang secara terarah.

Selain menetapkan RKP, Pejabat Kepala Pemerintah Negeri Batu Merah, Fenly Masawoy, juga menjabarkan sejumlah pencapaian dan harapan pemerintah negeri. Salah Satu yang paling menonjol, kata Fenly yakni pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Batumerah.

“PAD kita meningkatan dari awalnya Rp 90 juta. Saya targetkan bisa lebih banyak lagi dari sebelumnya,” kata Fenly optimistis. Saat membuka rapat tersebut dia memaparkan rincian target dan pencapaian PAD Batumerah bertambah tiap tahun.

Salah satu keberhasilan pengembangan desa bisa terlihat dari meningkatnya PAD. Pada 2018 jumlah PAD negeri sebesar sekitar Rp 90 juta. Pihaknya lantas mulai mengevaluasi sumber-sumber pendapatan potensial lain yang selama ini tidak dilirik.

Dari situ pihakanya memasang target dan tercapai. Bahkan ada yang melebihi target. “Kalau dulu sumber pendapatannya dari pasar Batumerah. Lalu kami evaluasi lagi dan ternyata masih banyak pos yang belum diaktifkan. Dan itu berdampak bagi desa,” jelasnya.

Sumber dominan yang sebelumnya mendapat perhatian khusus yakni pada stadion Hatukau, pusat usaha bisnis Bumdes dan perpustakaan desa. Tiga unsur tersebut yang menjadi fokus. Hal itu ditunjang oleh pengelolaan dana desa.

loading...

Harapannya dana yang terkelola dan transparan itu Negeri Batumerah mampu berdiri sendiri. Seperti di 2019 pemerintah negeri menargetkan PAD sebesar Rp 300 juta. Realisasinya lebih dari Rp 325 juta.

Tahun ini, pemerintah negeri meyakini capaian PAD mampu lampaui tahun lalu, yaitu Rp 450 juta. “150 juta dapat stadion. Kita bisa bikin banyak acara seperti turnamen dan lain-lain. Ini juga kami dapat dukungan pemerintah provinsi jalur jogging. Kalau sudah lengkap stadion bisa digunakan banyak,” akunya.

Saat ini pemerintah negeri tengah merampungkan 22 kios pusat bisnis bumdes di samping perpustakaan. Jika sudah tuntas, maka dapat dipastikan itu berdampak pada PAD negeri. Maka wajar jika penjabat pemerintah negeri itu yakin Batumerah bisa mandiri jika suatu saat program dana desa ditiadakan.

Untuk diketahui perpustakaan Hatukau, stadion dan pusat bisnis bumdes dibangun dari dana desa. Saat ini, tiga fasilitas publik itu memberi banyak pengaruh positif bagi warga Batumerah.

Atas itu, pemerintah pusat dalam hal ini Kemneterian Desa, PDT dan transmigrasi memberikan penghargaan kepada Negeri Batumerah. Yakni afirmasi atas kinerja desa terbaik. Di Kota Ambon hanya ada dua negeri yang menerima penghargaan tersebut. Batumerah dan Wayame. (PRISKA BIRAHY)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *