Nginap di Ruangan Tematik Nan Apik, Rumah Kayu Wayame

by
Salah satu bagian di penginapan Rumah Kayu Wayame (Rukawa) di Wayame Kota Ambon. FOTO : BIR (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Di jaman yang katanya jaman now, apa apa perlu dokumentasi. Anak anak, tua muda mencari lokasi yang serba instagramable dan instagenic. Mulai dari tempat nongkrong, makanan, spot di jalan, toko, taman, pantai. Selain untuk mempercantik tampilan feeds di media sosial, hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan manusia mencari hal yang indah dan estetis. Termasuk saat hendak mencari homestay atau penginapan.

Kebanyakan orang sudah tak lagi mementingkan harga, namun rupa. Sebab tampilan yang bagus berkaitan dengan mood. Buktinya kita bisa menjumpai beragam hotel hingga penginapan tematik di Bali. Yang dicari adalah pemandangan, interior dan tema design. Soal harga bisa diatur. Nah di Ambon, kita juga bisa menjumpai hal serupa. Penginapan tematik yang bikin tidur malam nyenyak. Memang Ambon tidak bisa disamakan dengan kota kota lain yang sudah lebih maju pariwisatanya.

Namun bila anda mencari tempat untuk rebahan yang nyaman serta instagramable, mungkin tak ada salahnya menyambangai Rumah Kayu Wayame atau yang sering disebut Rukawa. Dengan mengusung tema eco rustic, penginapan dengan kapasitas tiga kamar ini memberi suasana homy, damai yang dekat dengan laut. “Beta suka yang alami jadi bikin penginapan ini,” jelas pemilik penginapan Rukawa, Theodora Matruti kepada Terasmaluku.com, Selasa (10/4).

Lokasinya tak jauh dari tempat berlabuh speed boat Wayame. Dari depan kita bisa melihat bangunan berbahan kayu dua lantai berdiri kokoh di pertigaan jalan. Perempuan yang juga seorang crafter ini sejak dulu menyukai hal hal yang alami, unik, beda serta bernuansa DIY (do it yourself). Di lahan seluas sekitar 400 meter persegi, Thea panggilan akrabnya membangun penginapan sekaligus workshop.

Bila memasuki bagian utama, tiang tiang dinding terbuat dari kayu. Seluruh elemen ruangan serta dekorasi dipilih yang bertema alam. Kebetulan Thea merupakan seorang dosen di Fakultas Ilmu Perikanan Unpatti Ambon. Pernak pernik hingga nama ruangan diambil dari jenis biota laut. Seperti bunga yang ada di pojok ruangan dari sisik ikan kakatua merah, kuli bia, hingga frame kaca di kamar.

Semua punya unsur laut. Tak lupa beberapa kain tenun Tanimbar dibubuhkan jadi penguat tema. Hal tersebut menjadi kebanggaan sebagai orang Maluku yang perlu ditonjolkan. “Ambon itu kan khas dengan laut. Jadi beta bikin supaya orang itu berasa beda dengan di tempat lain,” sebutnya.

Penginapan tersebut dibangun bukan tanpa perhitungan matang. Bila kita jeli, ruang tidur tidak dilengkapi dengan satu pun pendingin ruangan. Menurut dia, itulah manfaat bangunan berbahan kayu. Saat cuaca sedang panas, ruangan yang berbahan kayu akan tetap terasa adem. Celah celah kecil yang banyak antara potongan kayu dijadikan ventilator masuknya hembusan angin laut sepoi sepoi.

Salah satu dinding ruangan juga dibiarkan terbuka dan jadi spot apik untuk berfoto siluet saat siang. “Karena dekat kampus sering jadi tempat nginap tamu,” lanjut perempuan yang juga memiliki usaha tuna, berger, lasagna tuna atau fushion food Maluku itu. Lokasi yang tak jauh dari Bandara Pattimura, juga bisa dijadikan pilihan menginap yang pas. Bila beruntung, tamu yang menginap bisa sekali belajar membuat beragam asesoris dari sisik ikan, atau memasak masakan khas Ambon. (BIR)