Nikel Asal Maluku Sumber Penerimaan Ekspor Terbesar

by
Tambang nikel di Obi Maluku Utara jadi sumber penghasil tambang terbesar asal Maluku dan memberi penerimaan ekspor utama. FOTO: Kanwil DJBC Maluku

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Komoditas ekspor asal Maluku terus bersinar. Itu terbukti, nikel dari Maluku Utara jadi sumber penerimaan ekspor utama dan terbesar Bea Cukai Maluku. Capaian penerimaan itu bahkan melebihi target.

Kota Ternate, Obi dan Gebe merupakan wilayah dengan sumber nikel besar yang diekspor ke negara-negara di Asia. Seperti ke Jepang, Korea, Filipina, Cina dan beberapa negara lain. Total penerimaan Kanwil Direktorat Jendaral Bea dan Cukai (DJBC) Maluku untuk komoditas ekspor ini sebesar 234,48 persen dengan nilai Rp 463,603 miliar.

Kepala Kanwil DJBC Maluku, Finari Manan menyebut, jumlah itu telah melampaui target awal hingga 200 persen lebih. “Target kami itu Rp 194.400 miliar,” bebernya saat melakukan Media Gathering di Rumah Kopi Joas Ambon, Rabu (16/1/2019).

Capaian nilai ekspor yang fantastis itu berasal dari KPPBC Ternate, KPPBC Ambon dan KPPBC Tual. Dimana nikel merupakan komoditas penerimaan utamanya. Menurut dia hal itu jelas memberi sumbangan besar untuk mendongkrak perekonomian Maluku. Kepada sejumlah wartawan, Finari mengatakan produk ekspor nikel memberikan sumbangan 100 persen lebih. “Makin banyak ekspor dan hal baik dari Maluku, akan banyak pula orang datang ke sini. Devisa lagi buat kita,” harpannya.

Di ternate, ada delapan perusahaan pegelola tambang resmi. Dari mereka, nikel-nikel ini diekspor langsung ke negara tujuan. Skema tersebut terus dijaga oleh bea cukai dan lembaga terkait, agar hasil-hasil dari Maluku tidak lagi dikirim melalui daeah lain. Seperti skema ekspor yang selama ini terjadi. Investor mengirim barang-barang dari Maluku ke luar negeri melalui Surabaya, Jakarta , Makassar dan Bali. Cara itu merupakan salah satu misi penyelamatan dan pengembangan ekonomi daerah. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *