Nusantara Mengaji Gelar Khataman Al-Quran Bersama Para Napi di Maluku

by

 

AMBON-Sukses dengan digelarnya Nusantara Mengaji beberapa waktu lalu,sang inisiator Muhaimin Iskandar kembali mengadakan agenda yang sama untuk kedua kalinya. Khataman Al-Quran pada ajang nusantara mengaji kedua ini,cukup istimewa karena diikuti oleh narapidana (napi) yang mendiami dibalik jeruji besi lembaga permasyarakatan(lapas) dan rumah tahanan (rutan) di seluruh Indonesia. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran oleh napi dikumandangkan secara serentak pada Kamis( 20/4) ini.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku Basri Damis dalam keterangan pers yang diterima  Terasmaluku.com, Rabu (19/4) menyatakan,  kegiatan ini melibatkan para napi, berkat kerjasama Nusantara Mengaji dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas) Kemenkumham RI.

Ia menyatakan, kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di Indonesia dan akan dipusatkan di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta. Kegiatan dipandu langsung  inisiator Nusantara Mengaji  Muhaimin Iskandar dan akan didampingi Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoli, Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Rektor Universitas Negeri Jakarta Prof. Dede Rosyada, mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan anggota DPR RI Abdul Kadir Karding.

Basri menyatakan, khusus Maluku pelaksanaan khataman Al-Quran ini dipusatkan di Kota Ambon pada Lapas Klas II A, Negeri Lama Ambon. Serta, seluruh rutan dan lapas yang ada di Maluku. Menurutnya,berdasakan data Kakawanwil Kemenkumham Maluku, terdapat kurang lebih 918 napi beragama Islam yang tersebar di 8 unit pelayanan terpadu (UPT) yakni tiga Lapas, dua Rutan dan delapan Cabang Rutan.

“Khataman ini bertujuan untuk mengajak para napi menghayati kitab suci mereka, agar saat kembali ke masyarakat, mereka memahami peran manusia sebagai pemimpin dan hamba Allah yang mempunyai kewajiban menaati peraturan yang berlaku,”ajaknya.

Basri Damis yang juga Ketua Dewan Pembina Nusantara Mengaji Maluku menambahkan, para napi perlu diajak mengaji bersama agar mental dan spiritual mereka semakin baik dan kuat, sehingga dapat meminimalisir pelanggaran-pelanggaran dan kejahatan, baik selama di Lapas maupun ketika sudah keluar dari Lapas. “Membaca Al-Quran ini dapat mendatangkan ketenangan jiwa bagi napi. sehingga, akan mengurangi stres dan berbagai tekanan serta gejolak yang dihadapi dalam tahanan,”katanya.

Khataman serentak ini ungkapnya,dilakukan selama dua jam saja. Seperti lazimnya dilakukan Nusantara Mengaji, dimana para peserta sebelumya sudah diberi bagian bacaan masing-masing. “Bagi napi yang belum bisa membaca Al-Quran, mereka ini hanya membaca lima halaman saja, namun bagi napi yang sudah bisa membina, maka ia membaca satu juz Al-Quran. Dengan demikian, diperlukan waktu tidak lebih dari dua jam untuk khatam bersama-sama,” ujarnya.

Selain napi, acara ini juga melibatkan jamaah Nusantara Mengaji yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka akan bergabung di Rutan dan Lapas terdekat di masing-masing kota di seluruh Indonesia. Koordinator Nusantara Mengaji Maluku, Malaka Yaluhun menambahkan, kegiatan ini juga sebagai munajat kepada Allah SWT  agar negara ini diberi karunia kesejahteraan, ketentraman dan kedamaian.

“Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini, para napi dapat mengamalkan ajaran Al-Quran saat mereka kembali di masyarakat nanti, bisa menghindari perbuatan-perbuatan negatif dalam kehidupan sehari-hari”,katanya. Dirinya menuturkan, ada beberapa napi yang belum bisa membaca kitab suci mereka. Untuk itu ,lewat acara ini penting untuk melatih mereka belajar melantunkan Al’Quran. (DED)