ODP di Maluku Tambah 9 Orang, Kabupaten Buru Terbanyak

by
ilustrasi/okezone

TERASMALUKU.COM,AMBON, –Orang dalam pemantauan (ODP) di Maluku naik dari 19 orang Jumat (20/3/2020) kemarin, menjadi 27 hari ini, Sabtu (21/3/2020). Kabupaten Buru penyumbang terbanyak.

Jumlah kenaikan signifikan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Meikyal Pontoh dalam keterangan pers, Sabtu (21/3/2020) sore. Di hadapan sejumlah wartawan Pontoh menjelaskan kenaikan itu terjadi menyusul tingginya lalu lintas manusia yang masuk ke Ambon.

Dari sebelumnya ada 18 ODP dan 1 PDP, melonjak jauh jadi 27 ODP dan 2 PDP. Itu artinya hanya berselang satu hari, jumlah ODP bertambah 9 orang dan PDP 1 orang. “Rinciannya Kota Ambon ODP 6 orang, PDP, 2 orang. Maluku Tengah belum ada laporan, Seram Bagian Barat 3 orang, Seram Bagian Timur tidak ada, laporannya belum ada,” kata Pontoh di ruang rapat lantai 6 Kantor Gubernur Maluku.

Kemudian Kabupaten Buru Selatan tidak ada laporan, Kota Tual ada 2 orang, Aru 6 orang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tidak ada. Dan lonjakan ODP tertinggi ada di Kabupaten Buru yakni 10 orang. Padahal di hari kemarin, tercatat hanya ada 1 orang dalam pemantauan. Hari ini bertambah 9 orang.

Sementara 1 orang asal KKT yang sebelumnya berstatus ODP kini pulih. Sehingga petugas kesehatan pun menggugurkannya dari stats ODP. “Kemarin rupa rupanya sudah lewat waktu evaluasi 14 hari. Jadi statusnya turun,” jelas Pontoh.

Untuk 1 orang tambahan berstatus PDP merupakan warga Kota Ambon. Sebelumnya dia termasuk orang dalam pantauan. Namun ada peningkatan status dari yang dipantau menjadi PDP.

Loading...

Pontoh juga menjelaskan bahwa pihkanya hingga kini belum mengantongi hasil uji laboratorium terhadap satu pasien asal Bekasi yang masih di ruang isolasi. Dia merupakan pasien pertama yang sampel cairan tubuhnya dikirim ke laboratorium kemenkes dari Maluku.

Sedangkan 2 orang PDP sampelnya pun akan dikirim ke Jakarta. “PDP perlu kirim sampel, perlu tapi belum dikirim kemungkinan hari ini atau besok. Kita lihat dulu peswat yang akan mengangkutnya ini. Harus ada boksnya lagi untuk disiapkan. Mudah-mudahan hari ini,” jelas Pontoh.

Ini terkait kesiapan pihak maskapai dalam masa pandemic COVID-19. Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang pun telah bertemu dengan sejumlah pihak untuk hal itu. Yakni memastikan agar sampel-sampel ini bisa terangkut ke laboratorium. “Kita adakah rapat dengan pihak terkait biar maskapai juga bisa angktu sampel,” terang Kasrul beberapa hari lalu.

Untuk diketahui PDP atau pasien dalam pengawasan adalah mereka yang kondisi fisiknya menunjukkan gejala-gejala terserang COVID-19 dalam kurun waktu masa inkubasi virus. Mereka dengan status PDP otomatis sudah dirawat di ruant isolasi rumah sakit dan diawasi ketat kesehatannya.

Sementara ODP atau orang dalam pemantauan adalah meraka yang baru saja datang dari daerah terpapar dan positif. Mereka-mereka ini biasnaya akan disarankan melaporkan atau memeriksa tubuhnya ke fasilitas kesehatan. Jika tidak menunjukkan gejala-gejala COVID-19 dalam maktu 14 harı maka dinyatakan bersih. Atau tidak ada peningkatan menjadi PDP. (PRISKA BIRAHY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *