Oknum Anggota DPRD Kepulauan Tanimbar Resmi Jadi Tersangka Kasus Perzinahan

by
Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah. FOTO : ANTARA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Penyidik Polres Kepulauan Tanimbar resmi menetapkan oknum Anggota DPRD Kepulauan Tanimbar, Nelson Lethulur resmi sebagai tersangka kasus perzinahan.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kepulauan Tanimbar ditetapkan sebagai tersangka sejak Selasa 26 Januari usai penuhi panggilan ketiga penyidik Polres Kepulauan Tanimbar.

Loading…

“Sudah (ditetapkan sebagai tersangka) hari Selasa (26 Januari). Yang bersangkutan datang penuhi panggilan penyidik langsung diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka,”ungkap Kapolres Kepulauan Tanimbar, AKBP Romi Agusriansyah menjawab terasmaluku.com, Kamis (28/1/2021) via seluler.

Saat ditetapkan sebagai tersangka, oknum Wakil Rakyat ini menolaknya, namun, kata Kapolres menegaskan Penyidik Polres Kepulauan Tanimbar tetap tetapkan Nelson Lethulur sebagai tersangka karena penyidik memiliki alat bukti yang kuat.

“Pada saat yang bersangkutan diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka, dia menolak, itu tidak masalah dia menolak, silahkan, tapi kita dari penyidik kan punya alat bukti yang cukup sehingga melalui proses gelar perkara kemarin (Selasa) sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka,”sambungnya.

Tidak hanya oknum Wakil Rakyat itu yang ditetapkan sebagai tersangka, kata Kapolres menambahkan, wanita berinisial PB yang merupakan pasangan zina sang Wakil Rakyat itu juga sudah ditetapkan sebagai tersangka juga. “Sama, dua-duanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,”tandasnya.

Sekedar tahu, oknum anggota DPRD Kepulauan Tanimbar, Nelson Lethulur digrebek di kamar 02 Hotel Beringin Dua Saumlaki pada 14 Desember 2019. Saat itu ia kedapatan sedang bersama PB, istri dari GM yang kemudian melapor ke polisi.

Saat melakukan penggerebekan, GM ditemani oleh seorang temannya yang berprofesi sebagai anggota TNI AD.

Karena terburu-buru kabur dari kamar, celana dalam milik PB tertinggal di kamar hotel. GM mengambilnya dan dijadikan sebagai barang bukti.

Selain barang bukti berupa celana dalam yang tertingal, ada juga rekaman CCTV hotel. Pada rekaman CCTV membuktikan pasangan terlarang ini masuk kamar berdua. Ada pula bukti saksi baik dari terlapor maupun pelapor. (Ruzady)