Oknum Anggota DPRD Malra Diduga Aniaya Warga, Korban Lapor Polisi

by
Ilustrasi

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Oknum anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Awaludin Rado dilaporkan ke Polres Tual atas dugaan kasus penganiayaan.

Politisi asal Partai Hanura ini dipolisikan korban, Umar Rado ke Polres Tual Kamis 2 September 2021.

Kasat Serse Polres Tual, Iptu H. Siompo yang dikonfirmasi Jumat (3/9/2021) membenarkan hal ini.

Dijelaskan Siompo, peristiwa penganiayaan yang dilakukan oknum wakil rakyat Malra ini terjadi di tempat tinggal korban di kawasan Perumnas Malra.

Kasat Serse Polres Tual, Iptu H. Siompo. Foto : Istimewa

Korban alami luka sobek pada pelipis kanan. “Kejadiannya kemarin, korbannya luka di pelipis,”ungkapnya menjawab terasmaluku.com Jumat (3/9/2021) malam via seluler.

Saat ini kata Kasat Serse, kasusnya masih dalam penyelidikan. “Kita sudah proses, masih dalam penyelidikan, saksi-saksi sudah, tinggal minta keterangan (pelaku),”sambungnya.

Faktor yang ditengarai jadi penyebab oknum wakil rakyat di Malra itu aniaya korban yang masih sekampung dengannya ini kata Kasat Serse ditengarai karena ketersinggungan.

“Istilahnya salah paham, dia mungkin tersinggung dengan postingan korban di Fb (Facebook) berkaitan dengan sidang paripurna di DPRD Maluku Tenggara. Namun dia (korban) tidak sebut siapa nama atau apa (dalam postingan). Lalu ditanggapi oleh si AR anggota DPRD ini, lalu datangi rumah korban di kost daerah Perumnas dan terjadi pemukulan terhadap korban,”bebernya.

Oknum anggota DPRD ini datang tidak sendiri sesuai pengakuan kroban, melainkan bersama kakaknya. “Korban dalam keterangannya bilang dianiaya sama dia (oknum anggota DPRD),”terang Kasat Siompo lagi.

Hanya saja, Kasat mengaku oknum anggota DPRD ini belum diperiksa polisi. Karena pemanggilan oknum anggota legislatif ini akan dilakukan Polres Tual sesuai mekanisme yang diatur .

“Mekanisme anggota DPRD tetap kita tunduk terhadap UU yang mana diatur dalam UU 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan dan 27 2009 tentang prosedur pemanggilan,”ujarnya.

Yang pasti lanjut dia, Polres Tual akan mengusut kasus penganiayaan ini. “Oh iya pasti kita akan laksanakan, namun prosedur tetap harus kita taat terhadap UU agar tidak salah dalam proses penyelidikan terutama dalam pemanggilan,”tandasnya. (Ruzady)