Oknum Anggota Polres Ambon Ditangkap Jadi Bandar Narkoba

by
DitRes Narkoba Polda Maluku menggelar barang bukti dan tersangka narkoba, Rabu (27/4). Para tersangka ini ditangkap selama April ini. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

AMBON-DIREKTORAT Reserse  (DitRes) Narkoba Polda Maluku menangkap seorang oknum anggota Polres Pulau Ambon dan Pulau – Pulau Lease, Bripka YB terkait peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Berdasarkan barang bukti dan hasil pemeriksaan, YB ternyata adalah seorang bandar narkoba  di wilayah Kota Ambon.

Direktur Reserse Narkoba Polda Maluku Komisaris Besar (Kombes) Polisi Thein Tabero dalam keterangan pers di kantornya, Rabu (27/4) menyatakan, YB ditangkap  di rumhanya di kawasan Jalan Pemuda  Kelurahan Amantelu pada   Rabu  5 April lalu.

Dalam penangkapan itu, tim DitRes Narkoba Polda Maluku menemukan sejumlah barang bukti.  Diantaranya, satu kotak penyimpanan narkoba, dua paket sabu-sabu, sebelas plastik pengisi sabu-sabu, sebuah  dompet, satu  telepon genggam  serta sebuah atm yang digunakan untuk transaksi narkoba.

“Dari tersangka oknum anggota Polres Pulau Ambon kita temukan sejumlah barang bukti diantaranya dua paket sabu-sabu, ada timbangan sabu-sabu.  Berarti dia bandar,  ini yang memberatkannya,” kata Tabore.

Ia menyatakan, penangkapan tersangka atas pengembangan penyidikan dari sejumlah kasus narkoba yang ditangani pihaknya. Dan tersangka selama ini menjadi taget DitRes Narkoba Polda Maluku dalam kasus narkoba.

Tabero  menegaskan, tersangka YB dijerat dengan  Pasal 114 Ayat 1 Subsider Pasal 112 Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas empat tahun penjara.  “Yang bersangkutan saat ini ditahan di Rumah Tahanan Brimob Polda Maluku di kawasan Tantui, ia sudah lama menjadi target kita, “kata Tabero.

Selain oknum anggota Polres Pulau Ambon, Tabora menyatakan selama April  ini, pihaknya juga menangkap tujuh orang penguna dan pengedar narkoba di sejumlah wilayah di Kota Ambon dan Pulau Buru.  Tujuh tersangka itu diantaranya, AA dan SA, yang ditangkap di kawasan Bandara Pattimura karena memvawa  dua paket sabu-sabu.

AA adalah pegawai honorer di PT. Angkasa Pura Cabang  Ambon. Selain itu DitRes Narkoba Polda  juga menangkap PL, ibu rumah tangga yang ditangkap di kawasan Benteng Ambon karena memiliki satu paket sabu-sabu. Polisi juga menangkap MB, seorang mahasiswa yang berusia 17 tahun karena memiliki dua paket ganja.

Tersangka  lain adalah RJ yang ditangkap di kawasan Galala Kota Ambon atas kepemilikan satu paket sabu-sabu, serta  tersangka  GS dan AB  yang ditangkap  atas pengembangan dari penangkapan jaringan narkoba di Pulau Buru pada Maret lalu.

Dari tangan para tersangka itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti paket sabu-sabu, alat hisap sabu-sabu, telepon genggam  serta uang tunai jutaan rupiah hasil transaksi narkoba. Namun Tabora menegaskan, para tersangka bukan merupakan satu jaringan. “Mereka sendiri-sendiri tidak terkait satu sama lain,” katanya.

Dalam keterangan pers ini, penyidik DitRes Narkoba Polda Maluku menggelar tersangka  dan barang bukti. Namun dari delapan tersangka hanya empat yang diperlihatkan, sedangkan empat lainnya termasuk oknum anggota Polres Pulau Ambon tidak diperlihatkan.

“Yang ditahan di  tahanan DitRes Narkoba  empat orang tersangka, sedangkan tiga di Rutan Polda Maluku di Tantui, dan oknum anggota ditahan di Rutan Brimob, makanya hanya empat yang diperlihatkan,” kata Tabero. (ADI)