Sean Gelael Siap Hadapi Balapan Ketahanan 24 Jam di Le Mans

by
Pebalap tim JOTA Tom Blomqvist (tengah) bersama Sean Gelael (kanan) dan Stoffel Vandorne (kiri) usai memastikan pole position di FIA World Endurance Championship kelas LMP2 di Sirkuit Portimao, Portugal, Sabtu (12/6/2021). HO/Tim JOTA

TERASMALUKU.COM-Ambon-  Pebalap Indonesia Sean Gelael bersiap menghadapi tantangan dan pengalaman baru dalam karier balapnya, yakni balapan ketahanan 24 jam di FIA World Endurance Championship Le Mans, Prancis, 21-22 Agustus dan saat ini mulai menjalani program latihan khusus di Ibiza, Spanyol.

“Tentu ini tantangan yang seru, namun tidak mudah. Karena itu persiapan harus matang. Di Ibiza ini boleh dibilang seperti training camp. Kami mesti total dalam persiapan, sekaligus ingin lebih membangun chemistry,” kata Sean dalam keterangan resminya, Senin.

Pebalap yang didukung penuh Jagonya Ayam berlatih tidak sendiri, namun bakal bersama rekan satu timnya di NOTA yakni Tom Blomqvist dan Stoffel Vandoorne. Program khusus ini semakin seru, karena pebalap F1 tim Alpha Tauri Pierre Gasly dan mantan rekan setim Sean di F2, Norman Nato juga ikut bergabung.

Program di Ibiza Spanyol lebih fokus untuk meningkatkan level kebugaran karena hal tersebut merupakan faktor penting mengingat balapan 24 hours of Le Mans sangat melelahkan dan butuh konsentrasi yang tinggi selama 24 jam non stop, siang dan malam.

Balapan di Le Mans akan berbeda dengan balapan malam di sirkuit modern yang ada lampu penerangan di kanan-kirinya, seperti di Marina Bay, Singapura, atau Yas Marina di Abu Dhabi. Setiap pebalap akan menghadapi tantangan balapan malam tanpa lampu penerangan sirkuit dan hanya mengandalkan lampu depan mobil.

Balapan lintas terang-gelap-terang jelas melelahkan dan membutuhkan konsentrasi tinggi, apalagi diprediksi durasi gelap di Le Mans saat balapan nanti sekitar 9 jam. Di balapan ini, setiap pebalap hanya punya waktu untuk istirahat tidur sekitar 3 jam. Balapan akan semakin menantang, jika hujan turun.

Selain kebugaran, pengenalan lintasan balap juga menjadi kunci. Karena belum pernah ikut 24 Hours of Le Mans, Sean harus melakukan adaptasi lewat simulator spesial sirkuit sepanjang 13,6 kilometer itu.

Adaptasi balapan simulator akan disetting sama persis dengan balapan. Buat Sean adaptasi balapan lewat simulator sangat penting terutama untuk balapan malam. Semua pebalap harus menjalani sesi malam, tak terkecuali dia seorang rookie.

Bagi pebalap berusia 24 itu balapan di Le Mans akan menjadi catatan penting dalam karier balapnya karena akan tercatat sebagai pebalap Indonesia pertama yang mengikuti balapan 24 hours of Le Mans. Ini juga kesempatan yang bagus untuk mencetak prestasi. Balapan di Le Mans memiliki poin double. Dengan demikian, Sean dan kawan-kawan masih berpeluang menyodok ke posisi atas klasemen.

Pada klasemen sementara atau hingga seri ketiga kejuaraan, Sean Gelael yang berada di tim JOTA 28, masih berada di posisi ketiga dengan nilai 53 poin. Mereka hanya terpaut tiga poin dari tim JOTA 38 dan 21 poin dari tim United Autosport USA.

Pewarta : Bayu Kuncahyo
Editor : Teguh Handoko