Ancaman Rabies Bagi Masyarakat dan Mahalnya Harga Vaksin Anti Rabies, Perlu Langkah Solutif

oleh
oleh

oleh: Rudy Rahabeat

HARGA vaksin anti rabies (VAR) yang mahal tentu sangat memberatkan rakyat, olehnya perlu dukungan negara agar rakyat dapat terlindungi dari ancaman kematian. Tiga paket VAR di apotek seharga Rp.1.600.000. Perlu langkah solutif agar harga VAR dapat dijangkau masyarakat kecil. Langkah tersebut merupakan tugas mulia negara untuk melindungi warganya. Di samping itu gerakan literasi anti rabies kepada masyarakat perlu terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk oleh masyarakat sendiri. Tulisan singkat ini merupakan salah bentuk literasi dan advokasinya.

Beberapa waktu yang lalu adik saya, seorang calon Pendeta, Calvin Papilaya meninggal di Ambon karena terpapar virus Rabies. Saya menyaksikan sendiri dengan amat sedih kondisi terakhirnya di rumah sakit umum Dr Haulussy Ambon dan mengantar jenazahnya ke negeri Itawaka pulau Saparua ketika ia dimakamkan. Peristiwa ini memberi catatan penting tentang perlunya kewaspadaan, antisipasi dan dukungan berbagai pihak untuk menangani virus berbahaya tersebut. Pada kesempatan ini saya juga hendak berbagi cerita tentang proses penanganan anak saya yang digigit anjing dan fakta biaya VAR yang mahal. Harapan saya, dapat menggugah pemerintah agar bisa mengambil langkah-langkah empatik antisipatif guna menolong masyarakat, khususnya mereka yang kecil dan memiliki keterbatasan ekonomi. Soal kepentingan bisnis industri farmasi belum menjadi fokus tulisan ini, walau hal itu juga punya kaitan.

Anak saya, Kia (11 tahun) digigit seekor anjing pada bagian kaki kirinya di kawasan Belakang Soya Ambon pada tanggal 8 Mei 2024 sekira pukul 15.00 Wit. Seorang ibu guru kemudian mengambil langkah membasuh lukanya dengan sabun diterjen. Setelah itu saya membawa Kia ke rumah sakit untuk ditangani lanjut. Tenaga medis menyarankan untuk membeli vaksin anti rabies di apotek. Sebelumnya, saya mencari informasi tentang akses memperoleh vaksin selain di apotek. Ada yang memberi informasi bahwa vaksin ada di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Tetapi karena kondisi saat itu, saya langsung membeli vaksin anti rabies merek VERORAB 2 dosis di Apotek Natsepa seharga Rp.800.000. Setelah itu disuntik oleh tenaga medis rumah sakit. Kemudian dijanjikan untuk suntik vaksin tahap kedua tujuh hari kemudian dan tahap ketiga dua minggu kemudian. Total biaya lengkap vaksin Rp.1.600.000 (satu juta enam ratus ribu rupiah).

BACA JUGA :  Perlu Diwaspadai Meroketnya Inflasi Ambon dan Kota Tual di Tahun 2022 

Tanggal 15 Mei 2024 saya kembali ke rumah sakit untuk tahap kedua suntik VAR. Adapun harga vaksin tahap kedua adalah Rp.400.000. Sebelum membeli obat di Apotek saya mampir kantor Dinas Kesehatan Kota Ambon di Jalan Imam Bonjol untuk meminta informasi terkait ketersediaan VAR. Saya menemui salah seorang staf bidang pemberantasan penyakit. Dari beliau saya mendapat informasi bahwa vaksin anti rabies merek VERORAB tidak tersedia, yang tersedia merek RABIVAX. Beliau juga memberi masukan agar jika digigit anjing segera melapor di Puskesmas terdekat, selain agar pemilik anjing memberi vaksin kepada hewan peliharaannya dan masyarakat teredukasi terkait bahaya rabies. Saya menyimak masukan-masukan tersebut, sembari saya mendiskusikan mahalnya biaya vaksin yang sulit dijangkau rakyat kecil. Berharap pemerintah daerah dan pihak legislatif dapat terus mengalokasikan dana untuk pengadaan vaksin rabies demi menolong rakyat kecil. Saya mendapat informasi bahwa di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku ada vaksin RABIVAX namun karena anak saya telah divaksin VERORAB maka tidak mungkin menggunakan dua vaksin yang berbeda.

Realitas yang dihadapi sekaitan dengan ancaman virus Rabies membuat menggerakan saya membuat tulisan ini dengan harapan dapat memberi gugahan kepada pemerintah agar terus menolong warganya terkait bahaya rabies serta solusi atas tingginya harga vaksin. Subsidi biaya VAR tentu akan sangat membantu rakyat kecil. Demikian pula kiranya ada vaksin yang harganya dapat dijangkau rakyat kecil. Saya hanya membayangkan jika rakyat dengan ekonomi lemah digigit anjing yang terpapar rabies dan tidak ada biaya untuk membeli vaksin, maka akan mengancam hidupnya. Dukungan negara, khususnya pemerintah daerah sangat penting. Kiranya pemerintah dan pihak legislatif dapat terus memperhatikan hal ini dalam keputusan dan kebijakan publiknya. Pada lain sisi, perlu terus digalakan edukasi kepada masyarakat, masyarakat tetap waspada terhadap ancaman rabies, mengambil langkah cepat dan tepat ketika digigit hewan utamanya anjing serta mengembangkan kebiasan-kebiasaan baik untuk mencegah terpapar virus rabies. (***)

BACA JUGA :  Natal Dan Tsunami Kehidupan Oleh : Rudy Rahabeat, Pendeta GPM

**) Ikuti berita terbaru Terasmaluku.com di Google News klik link ini dan jangan lupa Follow

No More Posts Available.

No more pages to load.