Optimalisasi Apotek Online, BPJS Kesehatan Diskusi Bersama IFRS Se Pulau Ambon

by
Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Dahrul Muluk. FOTO : BPJS KESEHATAN AMBON

TERASMALUKU.COM,-AMBON-BPJS Kesehatan Cabang Ambon mengadakan pertemuan optimalisasi pelaksanaan pelayanan apotek online Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) di Ambon, Jumat (23/10/2020). Kegiatan ini dihadiri oleh petugas Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) mitra BPJS Kesehatan se Pulau Ambon.

Apotek online adalah adalah sistem aplikasi pelayanan apotek BPJS Kesehatan berbasi web yang merupakan salah satu proyek pengembangan sistem aplikasi yang mendukung operasional BPJS Kesehatan sesuai bisnis proses dalam pencatatan penagihan biaya obat oleh fasilitas kesehatan.

Berbagai manfaat dalam implementasi apotek online bagi Apotek/IFRS diantaranya adalah menyederhanakan proses pengentrian klaim obat diluar paket INA-CBGs oleh Apotek/IFRS, meningkatkan akurasi pengentrian data klaim apotek, efisien SDM dan waktu, serta proses penagihan klaim obat luar dapat tepat waktu.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Dahrul Muluk mengatakan bahwa belum semua IFRS se-Pulau Ambon menjalankan apotek online. Dengan begitu, diperlukan diskusi untuk mencari solusi bersama agar tagihan obat dalam aplikasi apotek online dapat berjalan.

Loading...

“Berdasarkan evaluasi, implementasi apotek online khususnya tagihan obat belum berjalan sepenuhnya di seluruh IFRS. Oleh karena itu pada kesempatan ini kita adakan diskusi kira-kira apa saja yang menjadi hambatan dan mencari solusi bersama supaya tagihan obat bisa berjalan lancar,” kata Dahrul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Instalasi Farmasi RSUD dr H Ishak Umarella, Mila K. Lakuari mengatakan bahwa apotek online sangat memudahkan petugas di IFRS dalam menginput obat di rumah sakit.

“Apotek online ini memudahkan kita yang bekerja di instalasi farmasi untuk langsung menginput atau mengentri obat di rumah sakit. Pasien lebih mudah mendapatkan obat. Jadi tidak harus ke dokter atau ke poli lagi untuk mendapatkan obat, tapi pasien bisa langsung ke rumah sakit untuk mendapatkan obat-obat tersebut, seperti obat penyakit kronis,” Kata Mila.

Dilain sisi, hambatan yang sering ditemui dilapangan adalah terkait ketersediaan obat. Mila berharap dari hasil diskusi bersama, BPJS Kesehatan dapat mendorong pihak-pihak terkait untuk membantu ketersediaan obat di rumah sakit dapat terpenuhi dengan baik

“Kendala yang sering dialami terkait obat biasanya kekosongan dan lama pengiriman. Dengan pertemuan ini saya berharap BPJS Kesehatan dapat membantu berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk dapat membantu proses ketersediaan obat di rumah sakit,” imbuhnya. (Advertorial)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *