Optimalisasi Pengawasan Pilgub, Bawaslu Maluku Gelar Forum Warga

by
Bawaslu Maluku menggelar sosialisasi partisipasi masyarakat untuk mengawasi pemilu di Balai Pertemuan Dusun Kalauli Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Rabu (28/2/).

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Maluku 27 Juni  2018, Bawaslu Maluku terus mengoptimalkan pengawasan dengan sosialisasi Undang-Undang (UU) mengenai partisipasi masyarakat untuk mengawasi pemilu di Balai Pertemuan Dusun Kalauli Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Rabu (28/2/).

Bawaslu Maluku menggelar sosialisasi forum warga pengawasan pemilu partisipatif, dalam rangka Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota di Provinsi Maluku. Sosialisasi dihadiri Komisioner Bawaslu Maluku Astuti Usman, Sekretaris Fatayat NU Hilda Rolobessy dan Tim Asistensi Bawaslu Maluku Ronny Thenu sebagai narasumber dengan peserta tokoh masyarakat dan perempuan dari ketujuh RT di Dusun Kalauli.

Astuti dalam pemaparan materinya mengatakan, menghadapi pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota 27 Juni 2018, peran masyarakat sangat diharapkan untuk bersama-sama Bawaslu dan jajarannya  mengawasi jalannya pemilu  yang demokratis dan berkualitas.

BACA JUGA : SANTUN, BAILEO Dan HEBAT Sepakat Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

Dikatakannya, pengawasan partisipatif bagi masyarakat ketika mendapati atau  menemukan pelanggaran bisa langsung melaporkan ke Pengawas Pemilu di setiap tingkatan. Pihak Pengawas Pemilu agar menindaklanjuti laporan  masyarakat.  “Pemilihan kepala daerah milik bersama, kita berkewajiban dan berhak mengawasinya. Suksesnya pemilu menjadi harapan kita bersama,”ungkap Astuti.

Ia mengungkapkan, sebagai pengawas Pemilu, Bawaslu dan jajarannya, membutuhkan partisipasi dari seluruh masyarakat yang utama dalam mencegah terjadinya tindakan pelanggaran dan politik uang.

“Harapan kami, masyarakat dapat terlibat aktif untuk melaporkan jika terjadi pelanggaran. Masyarakat agar tak hanya sekedar menjadi objek, namun juga harus menjadi subjek dengan terlibat aktif dalam setiap tahapan Pemilu,” ujarnya. Usai kegiatan tersebut, selanjutnya peserta forum warga mendeklarasikan tolak politik uang dan menolak politisasi SARA di Pilkada  Maluku Tahun 2018. (IAN)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *