Pahlawan Nasional Dr. Johannes Leimena, Menteri Terlama di Kabinet Indonesia

by
Patung Pahlawan Nasional Dr. Johannes Leimena di Desa Poka Kota Ambon. FOTO : ADI (TERASMALUKU.COM)

TERASMALUKU.COM,-AMBON- Maluku memiliki sejumlah pahlawan nasional yang menakjubkan dalam sejarah perjuangan Indonesia.  Salah satu diantanya adalah  Johannes Leimena. Memperingati  Hari Pahlawan 10 November 2017, Terasmaluku.com sengaja mengulas  profil singkat pahlawan nasional Johanes Leimena atau akrab dipanggil Om Jo. Om Jo lahir dan besar di Kota Ambon,  pada 6 Maret 1905.

Om Jo merupakan anak kedua dari empat anak pasangan Dominggus Leimena dan Elizabeth Sulilatu. Pada usia lima tahun, Johannes telah menjadi yatim. Beliau kemudian diasuh oleh pamannya. Masa kecil beliau dihabiskan di Ambon dengan bersekolah Ambonsche Burgerschool hingga tahun 1914, sebelum kemudian melanjutkan pendidikan di Jakarta mengikuti kepindahan pamannya.

Di Jakarta, beliau bersekolah di Europeesch Lagere School (ELS) selama beberapa bulan, kemudian pindah ke sekolah menengah Paul Krugerschool (kini PSKD Kwitang), lalu melanjutkan ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs).

Gelar dokter beliau raih dari STOVIA. Beliau mulai bekerja sebagai dokter sejak tahun 1930 dan bertugas pertama kali di CBZ Batavia yang kini menjadi RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Setelah bekerja sebagai dokter, ia melanjutkan studi dan mendalami ilmu penyakit dalam. Tanggal 17 November 1939, Dr. Leimena mempertahankan disertasi doktornya dan meraih gelar doktor di Geneeskunde Hogeschool/GHS (Sekolah Tinggi Kedokteran), Batavia.

Johannes Leimena muda aktif di Jong Ambon dan ikut serta mempersiapkan Kongres Pemuda Indonesia, 28 Oktober 1928 yang menghasilkan Sumpah Pemuda. Sejak itu, kiprah Leimena semakin kuat dalam dunia pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Setelah Indonesia Merdeka, Leimena ikut membidani pendirian Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Ketika Orde Baru berkuasa, Dr. Leimena mengundurkan diri sebagai menteri, tetapi ia masih dipercaya Presiden Soeharto sebagai anggota DPA (Dewan Pertimbangan Agung) hingga tahun 1973. Setelah itu, Johannes Leimena kembali aktif mengisi masa tua di organisasi-organisasi sosial.

Ketika Parkindo berfusi dalam PDI (Partai Demokrasi Indonesia, kini PDI-P), Leimena diangkat menjadi anggota DEPERPU (Dewan Pertimbangan Pusat) PDI, dan pernah pula menjabat Direktur Rumah Sakit DGI Cikini. Pada tanggal 29 Maret 1977, Om Jo meninggal dunia di Jakarta.

Om Jo adalah satu-satunya orang yang mampu menjadi menteri selama 21 tahun berturut-turut dalam 18 kabinet yang berbeda. Ia menjadi menteri terlama di Kabinet Indonesia. Jabatan menteri yang beragam beliau emban mulai dari Menteri Kesehatan yang pertama, Wakil Perdana Menteri, dan Wakil Menteri Pertama pada Kabinet Sjahrir II (1946) sampai Kabinet Dwikora 11(1966).

Selain itu, Om Jo juga menyandang pangkat Laksamana Madya (Tituler) di TNI-AL, ketika ia menjadi anggota dari KOTI (Komando Operasi Tertinggi) dalam rangka Trikora. Om Jo juga memiliki segundang prestasi di berbagai bidang, ia digelar  sebagai bapak Atom Indonesia.

Sebagai penghargaan kepada jasa-jasanya, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden No 52 TK/2010 pada tahun 2010 memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Dr. Leimena. Di masa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, dibangun Patung Pahlawan Nasional Dr. Johannes Leimena di Desa Poka Kota Ambon.  Om Jo, semoga semangat dan perjuanganmu terus diikuti putra putri di Maluku. (ADI/diolah dari berbagai sumber)