Panas Berkepanjangan, Ratusan Hektar Hutan di Pulau Buru Terbakar

by
Kebakaran lahan di Kabupaten Buru, Selasa (10/9/2019). FOTO : ISTIMEWA

TERASMALUKU.COM,-NAMLEA-Ratusan hektar hutan produksi dan hutan koversi di Pulau Buru terbakar. Kabakaran terus meluas ke sejumlah lokasi di wilayah itu. Kebakaran ini disebabkan adanya gesekan tanaman pohon Kayu Putih serta cuaca panas berkepanjangan disertai angin kencang.

Kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Namlea melaporkan adanya 65 titik api yang tersebar di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Jumlah ini terdeteksi melalui pantauan satelit udara mencatat yang digunakan BMKG setempat.

Petugas Kantor BMKG Namlea, Ikram pada Selasa siang (10/9/2019) memperlihatkan kepada wartawan sejumlah titik api di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Pantauan Citra Satelit di layar monitor, terlihat titik api itu tersebar di Kabupaten Buru meliputi Kecamatan Air Buaya 1 titik api, Waplau 4 titik api, Waeapo 11 titik api, Namlea 9 titik api, Batabual 1, dan Waelata 5 titik api.

“Sedangkan di Kabupaten Buru Selatan terdapat 11 titik api ada di Kecamatan Kepala Madan, dan 15 titik api di Kecamatan Leksula. Bila ditotalkan dengan Kabupaten Buru ada sebanyak 65 titik api,” kata Ikram.

Pantauan Terasmaluku.com, titik api kebakaran paling terdekat di Kota Namlea. Di Kota Namlea, Ibukota Kabupaten Buru kebakaran menyebabkan sejumlah ruas jalas sempat macet karena tertutup asap tebal, dan menutup beberapa lokasi seperti jalan utama serta pemukiman warga.

loading...

Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Buru sejak beberapa bulan terakhir ini telah menyebabkan puluhan hektar lahan Kayu Putih ludes terbakar setiap harinya. Api terus menyebar menghanguskan ratusan hektar  Pohon Kayu Putih yang berlokasi di dekat pemukiman warga dan beberapa fasilitas umum, seperti Masjid dan Jalan utama. Angin kencang dan rumput kering di sekitar lahan ini juga makin mempercepat penyebaran titik api.

Bahrun Nurlatu, Kepala Bidang Damkar Dinas Tata Kota Kabupaten Buru kepada wartawan menjelaskan ada banyak kasus kebakaran hutan kayu putih yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir ini.

Dengan intensitas tiga hingga 15 titik kebakaran terjadi setiap harinyanya dan menghanguskan ratusan hektar hutan hutan produksi seperti lahan kayu putih. “Banyaknya titik api di Pulau Buru ini akan terus berubah setiap hari selama musim kemarau terjadi,” kata Bahrun. (DED)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *