Pangan Takjil Aman, Hanya Sanitasi Buruk  

by
Keterangan pers kepala BPOM Ambon dan Kadis Kesehatan Ambon tentang hasil uji lab pengawasan pangan selama ramadan, (10/5). FOTO: Priska Birahy

TERASMALUKU,COM,AMBON, – Hasil pengujian BPOM Kota Ambon menunjukkan bahan makan takjil aman dari bahan berbahaya. Hanya saja sanitasinya yang buruk. Itu terbukti dari temuan cemaran mikrobiologi di dalam sejumlah minuman.

Dari 23 sampel takjil sirop, 20 diantaranya terbukti ada cemaran bakteri e-Coli. “Pengujian mikrobiologi terhadap sampel takjil sirop. Ada beberapa diantaranya sanitasi kurang baik. masih ada cemaran bakteri terutama e-Coli. Dari 23 sampel, 20 positif e-Coli,” kata Kepala BPOM Kota Ambon, Hariani.

Hasil uji lab itu dilakukan terhadap pangan olahan. Beberapa temuan lain juga seperti kemasan rusak, kedaluwarsa dan makanan tanpa izin edar.

Berdasar inspeksi di 9 kabupaten, BPOM Kota Ambon telah memantau penjualan makanan di 147 sarana. 46 sarana terbukti memiliki produk dibawah sub-standar sebanyak 262 item. Item 4.805 atau setara dengan Rp 24.124.200.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Kesahatan Kota Ambon, Wenddy Pelupessy menambahkan hasil itu menjadi bahan pengkajian nakes di lapangan. Khususnya pada fasilitas kesehatan, puskesmas.

“Kami punya 22 puskesmas untuk tindak lanjut hasil temuan ini uji lab ini. Warga atau penjual akan kami bina untuk bagaimana dapat menyajikan makanan siap saji yang aman untuk dikonsumsi,” tegas Wenddy saat memberikan keterangan pers siang.

Bakteri e-coli, adalah yang paling banyak dalam hasil uji lab terhadap takjil. Bakteri ini akan mati ketika air atau makanan yang dimasak dengan suhu di atas 70 derajat celcius.

Jika cara masak benar, maka dipastikan tidak ada cemaran mikrobiologi. Meski begitu masih ada peluang sumber cemaran lain.

Semisal dari cara penyajian atau wadah yang tidak steril. Itu dapat mempengaruhi keamanan bahan pangan. (PRISKA BIRAHY)