Pangdam Pattimura Ajak Jurnalis Wujudkan Maluku Aman

by
Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Agus Rohman. FOTO : PENDAM 16 PATTIMURA

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Agus Rohman mengajak jurnalis di Kota Ambon untuk bersinergi membangun kekuatan guna mewujudkan Maluku yang aman dan sejahtera.

“Saya mempunyai misi untuk menyatukan kekuatan demi meraih sukses dengan terwujudnya Maluku yang aman damai dan sejahtera,” katanya dalam acara temu santai “Coffee Morning bersama insan pers Maluku di lapangan tenis Tapal Kuda Kodam XVI/Pattimura, Selasa (18/8/2020).

Mayjen TNI Agus Rohman resmi sebagai Pangdam XVI/Pattimura pada 24 Juli 2020, menggantikan Mayjen TNI Marga Taufiq yang memimpin Kodam XVI/Pattimura sejak 3 Januari 2019, kemudian dialihkan sebagai Pa Ahli Kasad Tk. III Bidang Sosbud Hankam dan Narkoba.

Tiga pekan bertugas di Maluku, ini adalah kali pertama Agus Rohman secara resmi mengajak para wartawan untuk bertemu langsung dan berbincang santai.

Puluhan jurnalis dari berbagai media massa cetak dan elektronik hadir, termasuk perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Maluku.

Sejumlah pejabat TNI di jajaran Kodam XVI/Pattimura dan organisasi sipil mitra maupun perwakilan dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Polri turut serta dalam pertemuan yang didahului dengan kegiatan olahraga bersama tersebut.

“Mari menyatukan pola pikir  dan bertindak kita. Kehadiran media yang sangat saya harapkan, karena peran mereka sangat penting untuk bisa mempubliksikan kepada masyarakat,” ujar Pangdam.

Loading...

Dikatakannya, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, pers memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai media publikasi, pembelajaran dan sarana informasi, tetapi bisa mengukir dan mengabadikan sejarah.

Ia mencontohkan, kakak beradik Alexius “Alex” Impurung Mendur dan Frans Soemarto Mendur yang telah berjasa mengabadikan momen bersejarah detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 75 tahun yang lalu.

Kedua wartawan itu berjuang untuk menyelamatkan dokumentasi foto yang tersisa. Mereka menguburkan negatif foto proses bersejarah pada 17 Agustus 1945 di dekat sebuah pohon di belakang kantor harian Asia Raya.

Karena perjuangan merekalah, gambar situasi mengenai jalannya pembacaaan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) oleh Bung Karno masih bisa dilihat oleh generasi selanjutnya.

“Dia ditangkap dan kameranya dirusak, untung negatif fotonya dia kubur. Kalau tidak ada orang seperti itu tidak akan ada dokumentasi pada saat Pak Soekarno sedang membacakan proklamasi. Ini menunjukkan pentingnya peran media untuk mengangkat sejarah bangsa,” tandas Pangdam.

Sebelum dipindah tugaskan ke Kodam XVI/Pattimura, Agus Rohman yang berasal dari Bandung, Jawa Barat menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 1/Kostrad selama dua tahun.

Perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) kecabangan Infanteri pada 1988 itu juga tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan penting kemiliteran, di antaranya Asops Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pewarta : (Shariva Alaidrus/Antara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *