Pangdam Pattimura Rapat Evaluasi PPKM Skala Mikro, Panglima TNI Ungkap Pujian Presiden

by
Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Jeffry A Rahawarin, mengikuti Rapat Evaluasi PPKM Skala Mikro melalui video conference (vicon), bertempat di ruang Puskodalops Dam XVI/Pattimura, Ambon, Selasa (25/5/21). FOTO : PENDAM16

TERASMALUKU.COM,-AMBON-Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Jeffry A Rahawarin, mengikuti Rapat Evaluasi PPKM Skala Mikro melalui video conference (vicon), bertempat di ruang Puskodalops Dam XVI/Pattimura, Ambon, Selasa (25/5/21).

Rapat secara virtual itu dipimpin langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan dihadiri oleh Kasad, Kasal, dan Kasau serta, seluruh jajaran TNI bertempat di gedung Persada Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Dalam rapat virtual tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa, Presiden RI Joko Widodo memberikan apresiasi sangat tinggi kepada prajurit TNI yang telah melaksanakan tugas sebagai pengawas protokol kesehatan, menjadi vaksinator dan juga tracer pasien Covid-19.

“Hingga saat ini, PPKM Skala Mikro masih menjadi strategi utama Pemerintah untuk mengendalikan pandemi Covid-19. Strategi ini diterapkan, berdasarkan pertimbangan untuk melaksanakan pembatasan sosial di skala komunitas yang kecil,” ungkap Panglima TNI dalam siaran pers Pendam XVI/Pattimura.

Panglima TNI mengatakan bahwa, selama kurang lebih satu tahun, TNI telah melaksanakan operasi pendisiplinan protokol kesehatan serta operasi lainnya untuk mendukung kebijakan Pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

“Saya mengucapkan terima kasih atas semua upaya dan kerja keras yang telah dilakukan dalam pelaksanaan operasi penegakkan protokol kesehatan, mulai dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai saat ini yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tingkat kepatuhan masyarakat di seluruh daerah dalam melaksanakan 3M masih belum optimal. Selain itu, tingginya mobilitas masyarakat, baik di dalam maupun antar daerah yang rawan, menjadi penyebab penularan, apalagi bila menyebabkan kerumuman massa.

“Dari data yang ada, kedisiplinan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sudah cukup baik, namun bila mobilitas antar daerah masih tinggi, maka kecenderungan kenaikan kasus positif tetap ada,” ucapnya.

BACA SELANJUTNYA